Implementasi BCCT Pada Sentra Bahan Alam dalam Pembelajaran Sains Anak Usia Dini

Authors

  • Santi M. J. Wahid IAIN Ternate, Indonesia
  • Nabillah IAIN Ternate, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33394/jtni.v12i2.20217

Keywords:

Beyond Centers and Circle Time (BCCT), Natural Materials Center, Science Learning, Early Childhood Education, Qualitative Case Study, Sentra Bahan Alam, Pembelajaran Sains, Tutor, Lingkungan Belajar, Anak Usia Dini, PAUD, Pembelajaran Bermakna, Studi Kasus Kualitatif

Abstract

Abstract: This study describes the implementation of the Beyond Centers and Circle Time (BCCT) model in the natural materials/science center at TK IT Insan Kamil Bacan. Early science learning requires concrete, exploratory, and play-based experiences; however, empirical descriptions of how BCCT supports science activities in the natural materials center remain limited in local early childhood education contexts. This research employed a qualitative case study design. The study was conducted at TK IT Insan Kamil Bacan, South Halmahera, from July to August 2024. The informants were selected purposively and consisted of the principal and the natural materials/science center teacher. Data were collected through non-participant observation, semi-structured interviews, and documentation of lesson plans, learning media, children’s work, and daily assessment records. Data were analyzed using the Miles and Huberman model, including data collection, reduction, display, and conclusion drawing. Data validity was strengthened through source triangulation, technique triangulation, and member checking. The findings show that BCCT planning was organized through weekly preparation of RPPH, play-environment arrangement, and selection of natural materials aligned with themes and children’s developmental needs. The implementation followed four scaffolding stages: environmental scaffolding, pre-play scaffolding, during-play scaffolding, and post-play scaffolding. Science activities such as planting, observing natural objects, color propagation, floating–sinking, and soluble–insoluble experiments supported children’s observing, classifying, comparing, predicting, and communicating skills. Learning evaluation was conducted daily through observation notes, anecdotal records, portfolios, and communication with parents. The study implies that the natural materials center can strengthen early science learning when teachers intentionally connect play activities with science process indicators.

Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi model Beyond Centers and Circle Time (BCCT) pada sentra bahan alam/sains di TK IT Insan Kamil Bacan. Pembelajaran sains anak usia dini membutuhkan pengalaman konkret, eksploratif, dan berbasis bermain; namun deskripsi empiris tentang bagaimana BCCT mendukung aktivitas sains pada sentra bahan alam masih terbatas dalam konteks PAUD lokal. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus kualitatif. Penelitian dilaksanakan di TK IT Insan Kamil Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, pada Juli–Agustus 2024. Informan dipilih secara purposif, yaitu kepala sekolah dan guru sentra bahan alam/sains. Data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipan, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi RPPH, media pembelajaran, hasil karya anak, serta catatan penilaian harian. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan BCCT dilakukan melalui penyusunan RPPH mingguan, penataan lingkungan main, dan pemilihan bahan alam sesuai tema serta kebutuhan perkembangan anak. Pelaksanaan pembelajaran mengikuti empat pijakan, yaitu pijakan lingkungan main, pijakan sebelum main, pijakan saat main, dan pijakan setelah main. Aktivitas sains seperti menanam, mengamati benda alam, rambatan warna, terapung–tenggelam, dan larut–tidak larut mendukung keterampilan mengamati, mengelompokkan, membandingkan, memprediksi, dan mengomunikasikan. Evaluasi dilakukan setiap hari melalui catatan observasi, catatan anekdot, portofolio hasil karya anak, dan komunikasi dengan orang tua. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa sentra bahan alam dapat memperkuat pembelajaran sains awal apabila guru menghubungkan aktivitas bermain dengan indikator keterampilan proses sains secara terencana.

References

Adbo, K., & Vidal Carulla, C. (2020). Learning about science in preschool: Play-based activities to support children’s understanding of chemistry concepts. International Journal of Early Childhood, 52, 17–35. https://doi.org/10.1007/s13158-020-00259-3

Agnezty, E. (2021). Implementasi model pembelajaran Beyond Centre and Circle Time (BCCT) pada sentra bahan alam dan sains di TK Kuncup Mekar Banyumas. Purwokerto: IAIN Purwokerto.

Asmawati, L. (2010). Pengelolaan kegiatan pengembangan anak usia dini. Jakarta: Universitas Terbuka.

Eshach, H., & Fried, M. N. (2005). Should science be taught in early childhood? Journal of Science Education and Technology, 14(3), 315–336. https://doi.org/10.1007/s10956-005-7198-9

Fatmawati, & Latif, M. A. (2019). Implementasi model pembelajaran sentra di TK Amal Insani Yogyakarta. Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini, 4(2).

Fitri, A. N., Steffani, C., & Afifah, S. (2022). Mengenal model PAUD Beyond Centre and Circle Time (BCCT) untuk pembelajaran anak usia dini. Jurnal Anak Usia Dini Holistik Integratif (AUDHI), 4(2). https://doi.org/10.36722/jaudhi.v4i2.944

Golob, N., & Ungar, V. (2025). The development of science process skills and content knowledge with inquiry boxes in early childhood education. Center for Educational Policy Studies Journal, 15(2), 249–278. https://doi.org/10.26529/cepsj.1631

Hamzah, N. (2016). Pelaksanaan pembelajaran BCCT bagi anak usia dini (Studi di TK Islam Mujahidin Pontianak). At-Turats: Jurnal Pemikiran Pendidikan Islam, 10(2), 119–132.

Julaiha, S., & Malik, L. R. (2024). Implementasi metode pembelajaran Beyond Center and Circle Times (BCCT) di RA Al-Huda Kota Samarinda dengan metode rolling sentra: Meningkatkan kualitas pembelajaran. EDUCASIA: Jurnal Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran, 9(1). https://doi.org/10.21462/educasia.v9i1.257

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2020). Pedoman pembelajaran anak usia dini. Jakarta: Kemendikbud.

Latif, M., dkk. (2019). Orientasi baru pendidikan anak usia dini: Teori dan aplikasi. Jakarta: Kencana.

Mulyasa, E. (2018). Manajemen PAUD. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nugraha, A. (2005). Pengembangan pembelajaran sains pada anak usia dini. Jakarta: Depdiknas Direktorat Pendidikan Tinggi Direktorat Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan Perguruan Tinggi.

Oktaria, R. (2017). Evaluasi program implementasi pendekatan Beyond Centre and Circle Time (BCCT). Jurnal Pendidikan Usia Dini, 11(2).

Pangesti, A. T., Syahid, A., & Dewi, R. S. (2024). Penerapan model pembelajaran Beyond Center and Circle Time (BCCT) di PAUD Plamboyan 3 Karawang. Jurnal Cendekiawan Ilmiah PLS, 9(2).

Pratiwi, A. P., Kurnia, R., & Nopiana. (2017). Pengaruh model pembelajaran sentra bahan alam terhadap kemampuan sains dan berbicara anak kelompok B. Jurnal Pendidikan Usia Dini, 11(1), 181–200.

Romini. (2021). Implementasi model pembelajaran BCCT dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Journal of Christian Education and Leadership, 2(2).

Roostin, E., & Swandhina, M. (2019). Pembelajaran sains untuk anak usia dini dengan model pembelajaran sentra bahan alam. Teknodika: Jurnal Penelitian Teknologi Pendidikan, 17(2), 39–47.

Samad, F., & Alhadad, B. (2016). Implementasi metode BCCT dalam penanaman nilai-nilai agama Islam di TK Khalifah Kota Ternate. Jurnal Pendidikan Usia Dini, 10(2).

Sugianto, R., dkk. (2020). Pelatihan penyusunan RKH dengan metode BCCT di PAUD Al-Barokah. Bintang: Jurnal Pendidikan dan Sains, 2(3).

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sujiono, Y. N. (2019). Konsep dasar pendidikan anak usia dini. Jakarta: Indeks.

Suyanto, S. (2005). Konsep dasar anak usia dini. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Direktorat Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan Perguruan Tinggi.

Wahid, S. (2017). Peningkatan keterampilan proses sains melalui percobaan sederhana pada anak usia 5–6 tahun. Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat, 4(1).

Yulianti, D. (2018). Bermain sambil belajar sains di taman kanak-kanak. Jakarta: Indeks.

Yuliani Nurani Sujiono. (2011). Konsep dasar pendidikan anak usia dini. Jakarta: PT Indeks.

Downloads

Published

2026-09-02

How to Cite

Wahid, S. M. J., & Nabillah. (2026). Implementasi BCCT Pada Sentra Bahan Alam dalam Pembelajaran Sains Anak Usia Dini. Transformasi : Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal, 12(2), 543–553. https://doi.org/10.33394/jtni.v12i2.20217

Issue

Section

Articles

Citation Check