Kepedulian Sosial Ibu dalam Mendampingi Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Luar Biasa Kecamatan Mandau

Authors

  • Wulan Suci Lestari Universitas Riau, Indonesia
  • Daeng Ayub Universitas Riau, Indonesia
  • Masytha Ramadhani Universitas Riau, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33394/jtni.v12i2.19864

Keywords:

Maternal Social Care, Children With Special Needs, Parental Involvement, Special School, Instrumental Support, Parenting Literacy, Kepedulian Sosial Ibu, Anak Berkebutuhan Khusus, Keterlibatan Orang Tua, Sekolah Luar Biasa, Dukungan Instrumental, Literasi Pengasuhan

Abstract

Abstract: Children with special needs require sustained family support to facilitate their educational, emotional, social, and adaptive development. However, empirical evidence concerning maternal social care in non-metropolitan special-school settings remains limited, particularly studies that simultaneously examine emotional, instrumental, and cognitive dimensions. This study aimed to describe the level of maternal social care for children with special needs, identify its most dominant dimension, and determine the aspect that still requires strengthening. A descriptive quantitative survey with a cross-sectional design was conducted involving 85 mothers selected through purposive sampling from a population of 107 mothers whose children were enrolled at SLB Cendana Duri and SLB Aisyiyah Duri, Mandau District. Data were collected using a five-point Likert-scale questionnaire and analyzed through descriptive statistics, including frequency, percentage, mean, median, minimum, and maximum scores. The findings showed that the overall level of maternal social care was high, with a mean score of 4.16. A total of 56.47% of respondents were categorized as high, 41.18% as very high, and 2.35% as moderate. Instrumental care obtained the highest mean score (4.17), followed by emotional care (4.16), while cognitive care achieved the lowest mean score (4.10), although it remained within the high category. These results indicate that mothers primarily express social care through direct assistance, daily accompaniment, and involvement in school activities. The relatively lower cognitive dimension highlights the need to strengthen disability literacy, structured parental consultation, and access to reliable information. The study provides local empirical evidence to support the development of school–family partnership programs in special education.

Abstrak: Anak berkebutuhan khusus membutuhkan dukungan keluarga yang berkelanjutan untuk menunjang perkembangan pendidikan, emosional, sosial, dan kemandirian. Namun, pemetaan kepedulian sosial ibu pada konteks sekolah luar biasa di wilayah nonmetropolitan masih terbatas, terutama yang mengkaji dimensi emosional, instrumental, dan kognitif secara bersamaan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tingkat kepedulian sosial ibu, mengidentifikasi dimensi yang paling dominan, dan menentukan dimensi yang masih memerlukan penguatan. Penelitian menggunakan survei kuantitatif deskriptif dengan pendekatan potong lintang. Sebanyak 85 ibu dipilih secara purposif dari populasi 107 ibu di SLB Cendana Duri dan SLB Aisyiyah Duri. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert lima poin dan dianalisis melalui frekuensi, persentase, mean, median, nilai minimum, dan maksimum. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kepedulian sosial sebesar 4,16 dan termasuk kategori tinggi. Sebanyak 56,47% responden berada pada kategori tinggi, 41,18% sangat tinggi, dan 2,35% sedang. Dimensi instrumental memperoleh rata-rata tertinggi sebesar 4,17, diikuti dimensi emosional sebesar 4,16 dan dimensi kognitif sebesar 4,10. Temuan menunjukkan bahwa kepedulian ibu terutama diwujudkan melalui tindakan konkret, pendampingan aktivitas harian, dan keterlibatan dalam kegiatan sekolah. Meskipun seluruh dimensi tergolong tinggi, aspek kognitif menjadi prioritas penguatan. Sekolah dan pemerintah daerah perlu mengembangkan kelas orang tua, konsultasi terstruktur, serta akses terhadap informasi yang valid dan mudah dipahami.

 

References

Alvarez, M., Byrne, S., & Rodrigo, M. J. (2021). Social support dimensions predict parental outcomes in a Spanish early intervention program for positive parenting. Children and Youth Services Review, 121, 105823. https://doi.org/10.1016/j.childyouth.2020.105823

Anggraini, A. (2024). Peran keluarga terhadap proses pembelajaran dan kemandirian anak berkebutuhan khusus di SLB C-YPSLB Kota Surakarta [Skripsi, Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD].

Anissa, M., Akbar, R. R., & Darmayanti, A. (2024). Edukasi dan pendampingan ibu dengan anak berkebutuhan khusus di SLB N 1 Padang. Humanism: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(1), 1–14.

Bronfenbrenner, U. (1979). The ecology of human development: Experiments by nature and design. Harvard University Press.

Cobb, S. (1976). Social support as a moderator of life stress. Psychosomatic Medicine, 38(5), 300–314.

Febriana, L. Z., Utami, M. S. S., & Rahayu, E. (2024). Hubungan self-compassion dan resiliensi dengan stres pengasuhan ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Seminar Nasional Magister Psikologi 2024, 158.

Hidayati, N. (2023). Tantangan pelibatan keluarga dalam meningkatkan life skill anak penyandang disabilitas di Sekolah Luar Biasa Pembina Kabupaten Gayo Lues [Skripsi, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry].

Kardinus, W. N. (2022). Implementasi program pendidikan karakter untuk membangun sikap kepedulian sosial. Jurnal Penelitian dan Pendidikan IPS, 16(1), 31–40.

Nasution, H. F. (2016). Instrumen penelitian dan urgensinya dalam penelitian kuantitatif. Al-Masharif: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Keislaman, 4(1), 59–75.

Nurhayati, S., Harmiasih, S., Kaeksi, Y. T., & Yunitasari, S. E. (2023). Dukungan keluarga dalam merawat anak berkebutuhan khusus: Literature review. JIIP–Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(11), 8606–8614.

Papalia, D. E., Feldman, R. D., & Martorell, G. (2012). Experience human development. McGraw-Hill.

Rahma, A. (2025). Pengaruh resiliensi terhadap stres pengasuhan ibu yang memiliki anak Down syndrome dimediasi oleh dukungan sosial [Disertasi doktoral, Universitas Muhammadiyah Malang].

Rizqiah, H. I. (2025). Hubungan antara dukungan sosial suami dengan stres pengasuhan ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus di SLB N Sukoharjo [Skripsi].

Rukmana, A. T., & Mariyati, L. I. (2024). Dukungan keluarga dan ketangguhan ibu dengan anak berkebutuhan khusus di Cita Hati Bunda. Journal of Islamic Psychology, 1(1), 10–10.

Sari, S. L., Devianti, R., & Safitri, N. A. (2018). Kelekatan orang tua untuk pembentukan karakter anak. Educational Guidance and Counseling Development Journal, 1(1), 16–31.

Siron, Y., Firliyani, N., & Chairunisa, S. R. (2020). Bagaimana keterlibatan orang tua dalam terapi wicara anak Down syndrome. PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini, 9(2), 25–39.

Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Cet. 29). Alfabeta.

Suwoto, A. N. (2023). Menurunkan stres pengasuhan pada ibu dengan anak berkebutuhan khusus. Procedia: Studi Kasus dan Intervensi Psikologi, 11(2), 55–62.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Widodo, A., & Erfan, M. (2021). Layanan belajar anak berkebutuhan khusus di era pandemi: Bagaimana peran pendidikan nonformal? Jurnal Ilmiah Jendela Pendidikan, 11(1), 100–100.

Downloads

Published

2026-09-02

How to Cite

Lestari, W. S., Ayub, D., & Ramadhani, M. (2026). Kepedulian Sosial Ibu dalam Mendampingi Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Luar Biasa Kecamatan Mandau. Transformasi : Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal, 12(2), 601–611. https://doi.org/10.33394/jtni.v12i2.19864

Issue

Section

Articles

Citation Check