Pendidikan Kesehatan dan Kemandirian Keluarga dalam Merawat Pasien Tuberkulosis di Kecamatan Tuah Madani Kota Pekanbaru

Authors

  • Amanda Wulandari Putri Universitas Riau, Indonesia
  • Daeng Ayub Universitas Riau, Indonesia
  • Masyitha Ramadhani Universitas Riau, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33394/jtni.v12i2.19686

Keywords:

Family Independence, Health Education, Pekanbaru, Tuberculosis, Tuberculosis Care, Kemandirian Keluarga, Pendidikan Kesehatan, Tuberkulosis, Perawatan Tuberculosis

Abstract

Abstract: Family participation is essential for tuberculosis care because treatment success depends not only on clinical services but also on daily support, prevention practices, and household-level adherence. This study examined the influence of health education on family independence in caring for patients with tuberculosis in Tuah Madani District, Pekanbaru City. A quantitative ex-post facto design was used with 104 family caregivers selected from a population of 140 families registered in community tuberculosis program records. Data were collected using structured Likert-scale questionnaires measuring health education through understanding, acceptance, and response, and family independence through non-dependence, family confidence, healthy living practices, and emotional self-control. The instruments were tested before field use and showed acceptable reliability after invalid items were removed, with Cronbach’s alpha of 0.867 for health education and 0.942 for family independence. Descriptive analysis showed that health education was high (mean = 4.32), with the strongest indicator being response (mean = 4.46). Family independence was also high (mean = 4.37), and most respondents were in the very high category for independence. Inferential analysis indicated a positive and significant relationship between health education and family independence. The Pearson correlation coefficient was strong, and regression analysis showed that health education explained 61.8% of the variance in family independence. These findings suggest that health education strengthens family capacity to understand tuberculosis, accept treatment requirements, respond to prevention messages, support medication adherence, and maintain a healthier home environment. The study contributes to community education and public health practice by emphasizing the household as a strategic unit for tuberculosis control.

Abstrak: Partisipasi keluarga merupakan komponen penting dalam perawatan tuberkulosis karena keberhasilan pengobatan tidak hanya ditentukan oleh pelayanan klinis, tetapi juga oleh dukungan sehari-hari, praktik pencegahan, dan kepatuhan pengobatan di tingkat rumah tangga. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan terhadap kemandirian keluarga dalam merawat pasien tuberkulosis di Kecamatan Tuah Madani, Kota Pekanbaru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex-post facto. Sebanyak 104 anggota keluarga dipilih dari populasi 140 keluarga pasien tuberkulosis yang tercatat dalam program tuberkulosis masyarakat. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pendidikan kesehatan dan kemandirian keluarga yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis dilakukan secara deskriptif dan inferensial dengan regresi sederhana dan korelasi Pearson. Hasil menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan berada pada kategori tinggi dengan rerata 4,32, sedangkan kemandirian keluarga juga berada pada kategori tinggi dengan rerata 4,37. Analisis inferensial menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara pendidikan kesehatan dan kemandirian keluarga (p<0,05). Nilai R square sebesar 0,618 menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan menjelaskan 61,8% variasi kemandirian keluarga, sementara 38,2% dipengaruhi faktor lain di luar model. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan kesehatan berperan penting dalam memperkuat kemampuan keluarga untuk mendukung pengobatan, mencegah penularan, dan menjalankan perawatan tuberkulosis secara mandiri.

References

Akbar, H., Fauzan, M. R., & Langingi, A. R. C. (2021). Pendidikan kesehatan dalam peningkatan pengetahuan penderita tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Mopuya. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Terpadu, 1(1), 38–44.

Al-Hijrah, M. F., & Kandacong, R. K. (2022). Pendidikan kesehatan terhadap tingkat kemandirian keluarga dalam merawat penderita TB di wilayah kerja Puskesmas Lembang. INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi, 1(2), 87–95.

Annisa, Y., & Purbowati, M. R. (2015). Pengaruh pendidikan kesehatan terhadap kemandirian keluarga dalam merawat pasien tuberculosis di wilayah kerja Puskesmas Surakarta. Psycho Idea, 13(1). https://doi.org/10.30595/psychoidea.v13i1.1581

Gusneli, G. (2020). Pengaruh pendidikan kesehatan terhadap perilaku keluarga penderita TB dalam upaya penanggulangan TB dewasa di Kabupaten ABC Sumatera Barat. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 20(2), 630–636. https://doi.org/10.33087/jiubj.v20i2.1001

Hartiningsih, S. N. (2018). Pengaruh pendidikan kesehatan dengan media audiovisual dan media booklet terhadap perilaku caregiver dalam mencegah tuberkulosis pada anggota keluarga. Health Sciences and Pharmacy Journal, 2(3), 97–102. https://doi.org/10.32504/hspj.v2i3.43

Hermawan, A., & Amar, I. (2023). Pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap kemandirian keluarga merawat penderita tuberculosis paru program DOTS di wilayah kerja Puskesmas Hamadi Kota Jayapura. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia, 6(4), 674–680. https://doi.org/10.56338/mppki.v6i4.3329

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Laporan program penanggulangan tuberkulosis tahun 2023. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Notoatmodjo, S. (2012). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Rineka Cipta.

Notoatmodjo, S. (2014). Promosi kesehatan: Teori dan aplikasinya. Rineka Cipta.

Putri, V. S., Apriyali, A., & Armina, A. (2022). Pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan tindakan keluarga dalam pencegahan penularan tuberkulosis. Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi, 11(2), 226–236. https://doi.org/10.36565/jab.v11i2.520

Setia, M. S. (2016). Methodology series module 3: Cross-sectional studies. Indian Journal of Dermatology, 61(3), 261–264. https://doi.org/10.4103/0019-5154.182410

Sharma, M. (2013). Theoretical foundations of health education and health promotion. Jones & Bartlett Learning.

Sudirman, A. N. A., Mulyono, S., & Khasanah, U. (2020). Meningkatkan kemandirian keluarga pada klien tuberculosis paru melalui peran tugas kesehatan keluarga. Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan, 8(2), 243–252. https://doi.org/10.20527/dk.v8i2.8285

Sugiyono. (2018). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

von Elm, E., Altman, D. G., Egger, M., Pocock, S. J., Gøtzsche, P. C., & Vandenbroucke, J. P. (2007). The Strengthening the Reporting of Observational Studies in Epidemiology (STROBE) statement: Guidelines for reporting observational studies. PLoS Medicine, 4(10), e296. https://doi.org/10.1371/journal.pmed.0040296

World Health Organization. (2024). Global tuberculosis report 2024. World Health Organization.

Downloads

Published

2026-09-02

How to Cite

Putri, A. W., Ayub, D., & Ramadhani, M. (2026). Pendidikan Kesehatan dan Kemandirian Keluarga dalam Merawat Pasien Tuberkulosis di Kecamatan Tuah Madani Kota Pekanbaru. Transformasi : Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal, 12(2), 919–929. https://doi.org/10.33394/jtni.v12i2.19686

Issue

Section

Articles

Citation Check