Peran Karang Taruna dalam Penguatan Keterampilan Sosial Remaja di Desa Bina Baru, Kampar

Authors

  • Bagas Kurniawan Universitas Riau, Indonesia
  • Muhammad Jais Universitas Riau, Indonesia
  • Masytha Ramadhani Universitas Riau, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33394/jtni.v12i2.19629

Keywords:

Adolescent Social Skills, Community Youth Organization, Nonformal Education, Youth Participation, Karang Taruna, Keterampilan Sosial, Partisipasi Pemuda, Pendidikan Nonformal

Abstract

Abstract: This study analyzes the role of Karang Taruna, a community youth organization, in strengthening adolescents’ social skills in Bina Baru Village, Kampar Regency, and identifies the forms of social support that sustain its activities. A descriptive qualitative approach was employed with four informants representing the chair and vice-chair of Karang Taruna, a member/community representative, and a community or village representative. Data were collected through interviews, direct observation, and documentation and were analyzed inductively by comparing information across sources and data-collection techniques. The findings reveal four main role patterns. First, religious events, sports, competitions, and village activities provide spaces for positive interaction and encourage adolescents’ participation in public activities. Second, acceptance of differing opinions and closer relationships among members support confidence in communication. Third, communal work and joint activities provide practice in teamwork, caring, and solidarity. Fourth, deliberation and collaboration with families, community members, and village officials are used to address conflict and social problems. The study indicates that Karang Taruna functions as an experiential social-learning space that can support nonformal youth education and the development of practical social skills in rural communities.

Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Karang Taruna dalam penguatan keterampilan sosial remaja di Desa Bina Baru, Kabupaten Kampar, serta mengidentifikasi bentuk dukungan sosial yang menopang pelaksanaan kegiatannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan empat informan yang mewakili ketua dan wakil ketua Karang Taruna, anggota/masyarakat, serta tokoh masyarakat/perangkat desa. Data diperoleh melalui wawancara, observasi langsung, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara induktif dengan membandingkan informasi antarsumber dan antarteknik pengumpulan data. Temuan menunjukkan empat pola peran utama. Pertama, kegiatan keagamaan, olahraga, perlombaan, dan kegiatan desa menyediakan ruang interaksi positif serta meningkatkan keterlibatan remaja dalam aktivitas publik. Kedua, penerimaan terhadap perbedaan pendapat dan kedekatan antaranggota membantu membangun kepercayaan diri dalam berkomunikasi. Ketiga, gotong royong dan kegiatan bersama melatih kerja tim, kepedulian, dan solidaritas. Keempat, musyawarah serta kolaborasi dengan keluarga, masyarakat, dan perangkat desa digunakan untuk menangani konflik dan permasalahan sosial. Temuan ini menegaskan Karang Taruna sebagai ruang belajar sosial berbasis pengalaman yang relevan bagi pendidikan nonformal remaja di tingkat desa.

References

Boat, A. A., Poparad, H., Seward, M. D., Scales, P. C., & Syvertsen, A. K. (2024). The role of organized activities in supporting youth social capital development: A qualitative meta-synthesis. Adolescent Research Review, 9, 543–562. https://doi.org/10.1007/s40894-024-00235-1

Boelens, M., Smit, M. S., Raat, H., Bramer, W. M., & Jansen, W. (2022). Impact of organized activities on mental health in children and adolescents: An umbrella review. Preventive Medicine Reports, 25, 101687. https://doi.org/10.1016/j.pmedr.2021.101687

Erga, F. A., Ayub, D., & Ramadhani, M. (2024). Peran pemuka masyarakat dalam implementasi pendidikan karakter pada remaja Karang Taruna Desa Sibuak Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar. Innovative: Journal of Social Science Research, 4(4), 12539–12550. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i4.13930

Firmansyah, V. S., Syarif, E., & Ruyadi, Y. (2021). Youth leadership character development at the Karang Taruna organization in Karawang West Java. Tadbir: Jurnal Studi Manajemen Pendidikan, 5(2), 279–296. https://doi.org/10.29240/jsmp.v5i2.3928

Gholap, N. P., & Nelson, J. A. (2025). Longitudinal associations between quality of out-of-school time and adolescent social skills. International Journal of Behavioral Development, 49(4), 376–381. https://doi.org/10.1177/01650254241290998

Kementerian Sosial Republik Indonesia. (2019). Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2019 tentang Karang Taruna, sebagaimana diubah dengan Peraturan Menteri Sosial Nomor 9 Tahun 2025.

Lee, W. K., & Joo, Y. S. (2020). Adolescent extracurricular activity participation: Associations with parenting stress, mother–adolescent closeness, and social skills. Children and Youth Services Review, 116, 105110. https://doi.org/10.1016/j.childyouth.2020.105110

Leki, F., Rahayu, M. H. S., & Murtiningsih, I. (2025). Peranan Karang Taruna dalam mewujudkan solidaritas sosial antar warga. Civics Education and Social Science Journal (CESSJ), 7(2), 145–156. https://doi.org/10.32585/cessj.v7i2.7541

O'Flaherty, M., Baxter, J., & Campbell, A. (2022). Do extracurricular activities contribute to better adolescent outcomes? A fixed-effects panel data approach. Journal of Adolescence, 94(6), 855–866. https://doi.org/10.1002/jad.12069

Rifai, B., Noviana, E., & Ramadhani, M. (2025). Peranan Karang Taruna dalam memperkuat solidaritas sosial masyarakat di Desa Sibuak Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar. Transformasi: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal, 11(2), 453–459. https://doi.org/10.33394/jtni.v11i2.16267

Sari, F., Wilson, W., & Ramadhani, M. (2024). Pengaruh komunikasi anak kepada ayah pekerja nelayan terhadap kenakalan remaja SMA di Desa Nelayan Bagansiapiapi Kabupaten Rokan Hilir. Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary, 2(1), 1–10. https://doi.org/10.57235/jerumi.v2i1.1496

Sari, S. M., Jais, M., & Ramadhani, M. M. (2025). Peranan guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Baitul Huda dalam pembinaan akhlak anak di Kota Pekanbaru. Transformasi: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal, 11(2), 539–545. https://doi.org/10.33394/jtni.v11i2.16353

Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Widiatmaka, P., Mujahidah, N., Rahmap, R., & Arifudin, A. (2023). Pendidikan karakter melalui Karang Taruna untuk membangun karakter sosial pada generasi digital native. Jurnal Pendidikan Karakter, 14(1), 32–41. https://doi.org/10.21831/jpka.v14i1.57036

Downloads

Published

2026-09-08

How to Cite

Kurniawan, B., Jais, M., & Ramadhani, M. (2026). Peran Karang Taruna dalam Penguatan Keterampilan Sosial Remaja di Desa Bina Baru, Kampar. Transformasi : Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal, 12(2), 1000–1009. https://doi.org/10.33394/jtni.v12i2.19629

Issue

Section

Articles

Citation Check