Peran Pendidikan Keluarga dalam Transfer Pengetahuan Pangan Lokal Rasi pada Masyarakat Kampung Adat Cireundeu
DOI:
https://doi.org/10.33394/jtni.v12i2.19319Keywords:
Family Education, Knowledge Transfer, Rasi, Local Food Sustainability, Cireundeu Indigenous Community, Pendidikan Keluarga, Transfer Pengetahuan, Keberlanjutan Pangan Lokal, Kampung Adat CireundeuAbstract
Abstract: The sustainability of local cassava-based food (rasi) in the Cireundeu Indigenous Community faces challenges due to modernization and social change, particularly among younger generations. Although Kampung Adat Cireundeu has been studied widely in terms of food security and local wisdom, research that specifically examines the mechanism of knowledge transfer within family education as the foundation for the sustainability of rasi as local food remains limited. This study aims to describe the role of family education in the knowledge transfer process related to the preservation of local food values and practices. The study employed a qualitative approach with a case study method. Research participants consisted of traditional leaders, heads of families, and youth selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation, and analyzed using an interactive and cyclical model proposed by Miles and Huberman. The findings indicate that families function as the central agents of knowledge transfer through role modeling, habituation, direct interaction, and the involvement of younger generations in rasi processing and consumption practices. The knowledge transmission process occurs informally and is integrated into daily life and customary activities, such as the kurasan tradition. Family education not only transmits technical skills related to rasi processing but also instills philosophical values, cultural identity, and awareness of local food security. Active youth participation reflects the continuity of intergenerational knowledge transmission, although it continues to face challenges from modernization and shifting consumption patterns. The novelty of this study lies in mapping the family-based mechanism of knowledge transfer that integrates role modeling, habituation, advice, supervision, the kurasan customary tradition, and the transformation of meaning-delivery from traditional commands to rational-scientific explanations adapted to the younger generation’s logical reasoning. This study highlights the significant contribution of family education to sustaining local food systems and preserving indigenous cultural identity.
Abstrak: Keberlanjutan pangan lokal berbasis singkong (rasi) pada masyarakat Kampung Adat Cireundeu menghadapi tantangan modernisasi dan perubahan sosial, khususnya pada generasi muda. Meskipun Kampung Adat Cireundeu telah banyak dikaji dari perspektif ketahanan pangan dan kearifan lokal, kajian yang secara khusus menelaah mekanisme transfer pengetahuan dalam pendidikan keluarga sebagai basis keberlanjutan pangan lokal rasi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pendidikan keluarga dalam proses transfer knowledge terhadap pelestarian nilai dan praktik budaya pangan lokal rasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian meliputi tokoh adat, kepala keluarga, dan generasi muda yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif dan siklis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga berperan sebagai pusat utama transfer knowledge melalui keteladanan, pembiasaan, interaksi langsung, serta keterlibatan generasi muda dalam aktivitas pengolahan dan konsumsi rasi. Proses pewarisan pengetahuan berlangsung secara informal dan terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari serta kegiatan adat, seperti tradisi kurasan. Pendidikan keluarga tidak hanya mentransmisikan keterampilan teknis pengolahan rasi, tetapi juga menanamkan nilai filosofis, identitas budaya, dan kesadaran akan ketahanan pangan lokal. Keterlibatan aktif generasi muda menunjukkan keberlangsungan transfer knowledge lintas generasi, meskipun masih dihadapkan pada tantangan modernisasi dan perubahan pola konsumsi. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemetaan mekanisme transfer pengetahuan dalam keluarga adat Cireundeu yang memadukan keteladanan, pembiasaan, nasihat, pengawasan, tradisi adat kurasan, serta transformasi cara penyampaian dari perintah tradisional menjadi penjelasan rasional-ilmiah yang disesuaikan dengan logika berpikir generasi muda. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan keluarga memiliki kontribusi penting dalam menjaga keberlanjutan pangan lokal dan identitas budaya masyarakat adat.
References
Anisa, H. N. (2018). Pelestarian beras singkong (rasi) sebagai potensi wisata warisan budaya gastronomi Kampung Adat Cireundeu Kota Cimahi [Skripsi tidak diterbitkan]. Universitas Pendidikan Indonesia. http://repository.upi.edu/
Bandura, A. (1977). Social learning theory. Prentice Hall.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Dwiartama, A., Tresnadi, C., Furqon, A., & Pratama, M. F. (2020). Membangun ketahanan pangan melalui inisiatif pangan lokal: Studi kasus di Kota Bandung dan sekitarnya. Jurnal Sosioteknologi, 19(2), 211–226. https://doi.org/10.5614/sostek.itbj.2020.19.2.5
Fadhillah, M. F., Trinugraha, Y. H., & Purwanto, D. (2022). Tradisi makan singkong sebagai strategi eksistensi masyarakat adat Cireundeu. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 4(4), 4466–4480. https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jpdk/article/view/6175
Hardika, Aisyah, E. N., & Gunawan, I. (2020). Pembelajaran transformatif: Model pembelajaran yang memberdayakan. Universitas Negeri Malang.
Hermanto, A., Yasya, W., Kristanti, R., & Chrisye, M. (2021). Dampak akses terhadap sumber daya alam pada kemiskinan dan ketahanan pangan. Sosio Informa: Kajian Permasalahan Sosial dan Usaha Kesejahteraan Sosial, 7(2), 130–145. https://doi.org/10.33007/inf.v7i2.2664
Hufad, A., Purnomo, P., Nudiati, D., Sutarni, N., Mutamam, M. H. A., dkk. (2025). Digital assessment prototype: A tool for mapping family economic resilience. Journal of Engineering Science and Technology, 20(2), 175–181.
Jabbaril, G. A. (2021). Ketahanan hidup masyarakat Kampung Adat Cirendeu dalam perspektif antropologis. Jurnal Budaya Etnika, 2(1), 35–42. https://jurnal.isbi.ac.id/index.php/etnika/article/view/1152
Kamil, M., Yanti, S., Yunus, D., & Purnomo, P. (2024). Andragogy-based learning model for intergenerational salted egg businesses in Tangerang Regency. Inovasi Kurikulum, 21(4), 1875–1886. https://doi.org/10.17509/jik.v21i4.74367
Komara, D. A., & Hadiapurwa, A. (2023). Improving literacy of junior high school students through revitalization of library in Kampus Mengajar IV activities. Dwija Cendekia: Jurnal Riset Pedagogik, 7(1), 143–152. https://doi.org/10.20961/jdc.v7i1.70502
Komara, D. A., & Widjaya, S. N. (2024). Memahami perilaku informasi gen-z dan strategi melawan disinformasi: Sebuah tinjauan literatur penggunaan media sosial. Jurnal Pustaka Ilmiah, 10(2), 155–174. https://doi.org/10.20961/jpi.v10i2.85775
Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. SAGE Publications.
Mahendra, I. G. A., & Yasa, I. N. M. (2023). Transformasi budaya lokal di era digital: Studi pada generasi muda Bali. Jurnal Komunikasi, 15(2), 201–213.
Manek, A. M., Haryono, A., & Wahyono, H. (2020). Pendidikan ekonomi informal masyarakat adat Loona. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan, 5(1), 41–47. https://doi.org/10.17977/jptpp.v5i1.13136
Mezirow, J. (1997). Transformative learning: Theory to practice. New Directions for Adult and Continuing Education, 1997(74), 5–12. https://doi.org/10.1002/ace.7401
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Ngulube, P. (2003). Using the SECI knowledge management model and other tools to communicate and manage tacit indigenous knowledge. Innovation, 27(1), 21–30.
Nonaka, I., & Takeuchi, H. (1995). The knowledge-creating company: How Japanese companies create the dynamics of innovation. Oxford University Press.
Nonaka, I., Toyama, R., & Konno, N. (2000). SECI, Ba and leadership: A unified model of dynamic knowledge creation. Long Range Planning, 33(1), 5–34. https://doi.org/10.1016/S0024-6301(99)00115-6
Pradnyani, N. L. P., & Suryadi, A. (2022). Peran komunitas adat dalam pelestarian budaya lokal di Bali. Jurnal Ilmu Sosial, 18(1), 75–86.
Priyanto, R., & Desmafianti, G. (2022). Nilai budaya pangan singkong di Kampung Adat Cireundeu. Jurnal Kajian Pariwisata, 4(1), 48–58.
Purnomo, P., Sutarni, N., Nuraeni, L., & Nudiati, D. (2026). Evaluating a community-based learning model: Literacy impact on rural women’s marketing competence. Inovasi Kurikulum, 23(1), 139–152.
Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78.
Republik Indonesia. (2012). Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 215.
Rusli, R. P., Setiawati, L., & Komara, D. A. (2023). Empowering parents in a bedtime storytelling program for children during a pandemic. Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat), 1(1). https://doi.org/10.17509/dedicated.v1i1.59237
Sebayang, T. R., Kunkunrat, K., Irza, A. L., & Rajab, M. (2024). Optimalisasi komunitas Kampung Adat Desa Cireundeu dalam adaptasi ketahanan pangan untuk mendukung SDGs desa. Massa APJIKI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 2(1), 65–78. https://doi.org/10.25008/massa.v2i1.205
Shafira, D. P. A. (2024). Pencapaian kedaulatan pangan oleh masyarakat adat: Studi kasus Cireundeu, Leuwigajah, Kota Cimahi. Global Focus, 4(2), 180–202. https://doi.org/10.21776/ub.jgf.2024.004.02.5
Spradley, J. P. (2016). Participant observation. Waveland Press.
Sudiapermana, E. (2012). Pendidikan keluarga: Pemberdaya pendidikan sepanjang hayat. Edukasia Press.
Sutrisno, E., Jannah, E. N., Koryati, T., Junairiah, J., Sari, R. N., Mursyid, M., Utami, S. W., Putri, S. K., Pade, S. W., & Defriyanti, W. T. (2023). Diversifikasi pangan lokal untuk ketahanan pangan: Perspektif ekonomi, sosial, dan budaya. Penerbit BRIN. https://doi.org/10.55981/brin.918
Syafrizal, S., Albina, M., Indrawati, I., Hafizotun, L., & Maharani, R. (2023). Changes social of environmental education in indigenous peoples of the jungle Jambi Province, Indonesia. Jurnal Kependidikan, 9(1), 224–233. https://doi.org/10.33394/jk.v9i1.7175
Ula, P. K., Hartanti, F., & Kusuma, A. (2022). Visi Sustainable Development Goals (SDGs) terhadap kebijakan diversifikasi pangan lokal dalam mengatasi kelaparan. Jurnal Sains Edukatika Indonesia, 4(1), 1–10. https://jurnal.uns.ac.id/jsei/article/view/70910
Ulwan, A. N. (1992). Pendidikan anak dalam Islam (Jilid 1 & 2). Pustaka Amani.
Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE Publications.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
License Term
Â
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







