Perubahan Keterampilan Motorik Kasar Anak Setelah Penerapan Senam Anak Indonesia Hebat: Studi Pre-Eksperimental Pada Kelompok B
DOI:
https://doi.org/10.33394/jtni.v12i2.19285Keywords:
Gross Motor Skills, Early Childhood, Rhythmic Gymnastics, Physical Stimulation, Pre-Experimental Design, Motorik Kasar, Anak Usia Dini, Senam Berirama, Stimulasi Fisik, Desain Pre-EksperimentalAbstract
Abstract: Gross motor stimulation is essential in early childhood, yet preliminary observation at RA Asy-Syuhada showed that 11 of 20 children (55%) still required support in balance, flexibility, agility, coordination, and endurance. This study examined changes in gross motor skills after participation in Senam Anak Indonesia Hebat. A quantitative pre-experimental one-group pretest–posttest design was employed with 20 children aged 5–6 years from class B2, selected purposively because the class showed the most prominent gross motor difficulties. Data were collected using structured observation and documentation. The observation instrument initially consisted of 26 items rated on a four-point developmental scale; item analysis identified 19 valid items, while the full instrument showed high internal consistency (Cronbach’s alpha = 0.875). The intervention was conducted in eight meetings and incorporated warm-up, core rhythmic movements, and cool-down activities. The mean score increased from 56.55 (SD = 10.48) at pretest to 68.90 (SD = 3.21) at posttest, with a mean gain of 12.35 points. Residual scores were normally distributed (Kolmogorov–Smirnov p = 0.200). A paired-samples t-test indicated a statistically significant difference, t(19) = 7.277, p < 0.001, 95% CI [8.798, 15.902], with a large paired effect size (dz = 1.63). These findings indicate a substantial improvement after the program. However, because no control group was used, the result should be interpreted as evidence of pre–post change rather than definitive causality.
Abstrak: Stimulasi motorik kasar penting pada masa kanak-kanak awal, tetapi observasi awal di RA Asy-Syuhada menunjukkan bahwa 11 dari 20 anak (55%) masih memerlukan dukungan pada aspek keseimbangan, kelenturan, kelincahan, koordinasi, dan daya tahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan keterampilan motorik kasar setelah anak mengikuti Senam Anak Indonesia Hebat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one-group pretest–posttest. Subjek penelitian adalah 20 anak usia 5–6 tahun pada kelas B2 yang dipilih secara purposif karena menunjukkan permasalahan motorik kasar paling dominan. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur dan dokumentasi. Instrumen observasi awal terdiri atas 26 butir dengan skala perkembangan empat tingkat; hasil analisis butir menunjukkan 19 butir valid, sedangkan reliabilitas keseluruhan instrumen tergolong tinggi (Cronbach’s alpha = 0,875). Intervensi dilakukan selama delapan pertemuan yang meliputi pemanasan, gerakan inti berirama, dan pendinginan. Rata-rata skor meningkat dari 56,55 (SD = 10,48) pada pretest menjadi 68,90 (SD = 3,21) pada posttest, dengan selisih rata-rata 12,35 poin. Data residual berdistribusi normal (Kolmogorov–Smirnov p = 0,200). Uji t berpasangan menunjukkan perbedaan yang signifikan, t(19) = 7,277, p < 0,001, IK 95% [8,798, 15,902], dengan ukuran efek berpasangan yang besar (dz = 1,63). Temuan menunjukkan adanya peningkatan yang substansial setelah program. Namun, karena penelitian tidak menggunakan kelompok kontrol, hasil harus dimaknai sebagai perubahan sebelum dan sesudah intervensi, bukan bukti kausal yang definitif.
References
Damayanti, E., Trisnawati, D., & Astuti, R. (2024). Pengaruh kegiatan senam irama terhadap keterampilan motorik kasar anak pada kelompok B di TK Mahabbatul Haq Kota Batam. VIII(I), 51–60.
Fatmawati, R. F., Rahmadian, R., Lestari, S. A., & Hasanah, U. (2022). Pendidikan anak dalam keluarga. Jurnal Bunga Rampai Usia Emas, 8(1). https://doi.org/10.24114/jbrue.v8i1.34959
Hartina, W. O., & Abubakar, S. R. (2019). Meningkatkan keterampilan motorik kasar anak melalui kegiatan senam irama. Jurnal Riset Golden Age PAUD UHO, 2(1), 64. https://doi.org/10.36709/jrga.v2i1.8309
Lita, L., Jatisunda, M. G., Nahdi, D. S., Nurlatifah, I., Rasyid, A., & Cahyaningsih, U. (2023). Peningkatan keterampilan motorik kasar anak usia dini melalui permainan outbound kids. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 9(2), 1133–1140. https://doi.org/10.31949/educatio.v9i2.5274
Mita, S. (2020). Pengaruh kegiatan senam irama terhadap kemampuan motorik kasar anak usia 5–6 tahun di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Tanjung Raja. PERNIK: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(1). https://doi.org/10.31851/pernik.v3i1.4566
Nurmadiah, N. (2016). Strategi pembelajaran anak usia dini. Al-Afkar: Jurnal Keislaman & Peradaban, 3(1). https://doi.org/10.28944/afkar.v3i1.101
Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Republik Indonesia. (2014). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini.
Usman, U., Hasmawaty, H., Sadaruddin, S., Syamsuardi, S., & Nasarudin, N. (2023). Pengaruh kegiatan senam irama terhadap keterampilan motorik kasar anak usia 5–6 tahun. Jurnal Usia Dini, 9(2), 338. https://doi.org/10.24114/jud.v9i2.52621
Utami, L. (2021). Upaya meningkatkan keterampilan motorik kasar anak kelompok B melalui permainan dengan simpai di taman kanak-kanak. JPI (Jurnal Pendidikan Indonesia): Jurnal Ilmiah Pendidikan, 6(3), 134. https://doi.org/10.20961/jpiuns.v6i3.47026
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
License Term
Â
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







