Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Simbolik Anak Usia 5-6 Tahun melalui Media Kincir Simbolik di TK Bunga Bhakti Jakarta
DOI:
https://doi.org/10.33394/jtni.v12i2.18910Keywords:
Children Aged 5-6 Years, Kincir Simbolik Media, Symbolic Thinking Ability, Classroom Action Research, Anak Usia 5-6 Tahun, Kemampuan Berpikir Simbolik, Media Kincir Simbolik, Penelitian Tindakan KelasAbstract
Abstract: This classroom action research aimed to describe the learning process and the improvement of symbolic thinking ability among children aged 5–6 years at Bunga Bhakti Kindergarten, Jakarta, through the use of Kincir Simbolik media. The study was motivated by the low achievement of children in recognizing number and letter symbols, using numbers for counting, distinguishing vowels and consonants, and representing objects through drawings or written symbols. The novelty of this study lies in the use of a concrete rotating windmill medium that integrates numbers, letters, pictures, and simple mathematical operations in one play-based learning activity. The subjects were 15 children in Group B. The research followed the Kemmis and McTaggart model consisting of planning, action, observation, and reflection, implemented in two cycles: six meetings in Cycle I and four meetings in Cycle II. Data were collected through observation, interviews, documentation, and an 18-item performance-based rubric. The instrument was valid, with item-total correlation values ranging from 0.624 to 0.913, and reliable, with Cronbach’s Alpha of 0.959. Quantitative data were analyzed using descriptive statistics, while qualitative data were analyzed through data reduction, display, and conclusion drawing. The results showed an increase in symbolic thinking ability from 41.11% in the pre-action stage to 51.30% in Cycle I and 78.59% in Cycle II. These findings indicate that Kincir Simbolik media can support teachers in providing active, concrete, and meaningful symbolic learning experiences in early childhood classrooms.
Abstrak: Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran dan peningkatan kemampuan berpikir simbolik anak usia 5–6 tahun di TK Bunga Bhakti Jakarta melalui penggunaan media Kincir Simbolik. Penelitian dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan anak dalam mengenal simbol angka dan huruf, menggunakan angka untuk berhitung, membedakan huruf vokal dan konsonan, serta merepresentasikan objek melalui gambar atau tulisan. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan media kincir konkret yang mengintegrasikan angka, huruf, gambar, dan operasi hitung sederhana dalam satu aktivitas bermain. Subjek penelitian adalah 15 anak kelompok B. Penelitian menggunakan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi, serta dilaksanakan dalam dua siklus, yaitu siklus I sebanyak enam pertemuan dan siklus II sebanyak empat pertemuan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan rubrik penilaian performa berbasis aktivitas yang terdiri atas 18 butir. Instrumen dinyatakan valid dengan nilai korelasi butir 0,624–0,913 dan reliabel dengan Cronbach’s Alpha sebesar 0,959. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir simbolik dari 41,11% pada pra-tindakan menjadi 51,30% pada siklus I dan 78,59% pada siklus II. Temuan ini menunjukkan bahwa media Kincir Simbolik dapat membantu guru menghadirkan pembelajaran simbolik yang aktif, konkret, dan bermakna bagi anak usia dini.
References
Aliftia, N. A. (2024). Analisis berpikir simbolik anak usia 5–6 tahun di TK Intan Surabaya. Proceding UM Surabaya, 1(1).
Baba, M. A. (2017). Analisis data penelitian kualitatif (Ardianto, Ed.). Aksara Timur.
Charlesworth, R. (2016). Math and science for young children (8th ed.). Cengage Learning.
Citriadin, Y. (2019). Buku pengantar pendidikan (Supardi, Ed.). Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Mataram.
Dhiu, K. D., Laksana, D. N. L., & dkk. (2021). Aspek perkembangan anak usia dini. PT Nasya Expanding Management.
Geme, Y. T. Y., Dhiu, K. D., & Efrida, I. (2024). Pengembangan alat permainan edukatif kincir angka untuk aspek kognitif pada anak usia 5–6 tahun di TKK Olaewa. Jurnal Citra Pendidikan Anak (JCPA), 3(4). https://doi.org/10.38048/jcpa.v3i2.2840
Hidayat, A. A. (2021). Menyusun instrumen penelitian dan uji validitas-reliabilitas. Health Books.
Jaimun, R. (2023). Upaya meningkatkan kemampuan berpikir simbolik anak melalui kegiatan belajar sambil bermain menggunakan daun pisang di PAUD Kalam Harapan. Jejak Pembelajaran: Jurnal Pengembangan Pendidikan, 8(1).
Khadijah. (2015). Media pembelajaran anak usia dini. Perdana Publishing.
Khadijah. (2016). Pengembangan kognitif anak usia dini. Perdana Publishing.
Kurniati, A., Iksan, M., & Poni, W. O. (2022). Kegiatan bermain pasir di pesisir pantai untuk menstimulasi berpikir simbolik anak usia 5–6 tahun di TK Pertiwi Mambulu. Jurnal Lentera Anak, 3(1).
Mardia, R., & Andarto, S. N. (2023). Upaya meningkatkan kemampuan berpikir simbolik melalui media small number rods pada anak usia 4–5 tahun di SPS Taam Al Fauziyah. AL MA’RIFAH, 3(1).
Novianti, L., & Miranda, D. (2024). Pengaruh media mathematical intelligence stick terhadap kemampuan berpikir simbolik kelompok B. 2, 194–204.
Nurlaela, E., & Nuraeni, L. (2021). Pengaruh permainan maze dalam meningkatkan kemampuan berpikir simbolik pada anak usia 5–6 tahun. Jurnal Ceria (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif), 4(2), 2714–4107.
Pahleviannur, M. R., Mudrikah, S., Mulyono, H., Bano, V. O., Rizqi, M., Syahrul, M., Latif, N., Prihastari, E. B., Aini, K., Zakaria, & Hidayati, N. (2022). Penelitian tindakan kelas. Pradina Pustaka.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini.
Pomaalo, M. (2020). Meningkatkan kemandirian anak melalui teknik modelling (Penelitian tindakan kelas di kelompok B RA An-Najmus Shagir Kota Gorontalo). ECIE Journal: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 1(2), 2746–9115.
Priyono, F. H., Rahmawati, A., & Pudyaningtyas, A. R. (2021). Kemampuan berpikir simbolik pada anak usia 5–6 tahun. Jurnal Kumara Cendekia, 9(4). https://jurnal.uns.ac.id/kumara
Raihana. (2018). Urgensi sekolah PAUD untuk tumbuh kembang anak usia dini. Generasi Emas, 1(1). https://doi.org/10.25299/ge.2018.vol1(1).225
Rustiyarso, & Wijaya, T. (2020). Panduan dan aplikasi penelitian tindakan kelas. Noktah.
Susanto, A. (2017). Pendidikan anak usia dini: Konsep dan teori (Suryani & U. Rahmawati, Eds.). PT Bumi Aksara.
Syafnita, T., Akip, M., & Mukhlisin. (2023). Psikologi perkembangan anak usia dini.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Wulandari, A. P., Salsabila, A. A., Cahyani, K., Nurazizah, T. S., & Ulfiah, Z. (2023). Pentingnya media pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Journal on Education, 5(2), 3928–3936.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
License Term
Â
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







