Pelaksanaan Pelatihan Kecakapan Hidup Pembuatan Manik - Manik Dan Bros Berbahan Kain Perca di PKBM Bina Lapaskas Center
DOI:
https://doi.org/10.33394/jtni.v12i2.18767Keywords:
Independence, Inmates, Life Skills, Kemandirian, Warga Binaan, Life SkillAbstract
Abstract: Correctional institutions not only serve as places for serving criminal sentences but also function as rehabilitation institutions that provide various programs to support the development of inmates' skills. One of these programs is life skills training organized by PKBM Bina Lapaskas Center at Class III Rangkasbitung Correctional Institution through beadwork and fabric scrap brooch-making training. This study aimed to describe the implementation of the life skills training program. The study employed a qualitative approach using a descriptive method. It was conducted on November 18, 2025, involving 25 participants from Package A, Package B, and Package C equivalency education programs. Research informants were selected using purposive sampling and consisted of three participants representing each educational level. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation. The data were analyzed using qualitative data analysis techniques, and their trustworthiness was ensured through methodological triangulation. The findings showed that the training was implemented in three stages: material presentation, demonstration of production techniques, and hands-on practice under the guidance of the instructor. The material presentation helped participants understand the tools, materials, and production procedures, while the demonstration provided a clear illustration of the production process. Furthermore, the hands-on practice enabled participants to apply the skills they had learned directly under supervision.
Abstrak: Lembaga Pemasyarakatan tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjalankan pidana, tetapi juga sebagai sarana pembinaan bagi warga binaan melalui berbagai program yang mendukung pengembangan keterampilan. Salah satu bentuk pembinaan tersebut adalah pelatihan kecakapan hidup yang diselenggarakan oleh PKBM Bina Lapaskas Center Lapas Kelas III Rangkasbitung melalui pelatihan pembuatan manik-manik dan bros berbahan kain perca. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pelatihan kecakapan hidup tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian dilaksanakan pada 18 November 2025 dengan melibatkan 25 peserta pelatihan yang berasal dari program pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri atas tiga peserta yang mewakili masing-masing jenjang pendidikan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian teknis analisis data serta diuji keabsahannya melalui triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu penyampaian materi, demonstrasi teknik pembuatan, dan praktik secara langsung dengan pendampingan instruktur. Penyampaian materi membantu peserta memahami alat, bahan, dan tahapan pembuatan produk, demonstrasi memberikan gambaran mengenai proses kerja, sedangkan praktik memberikan kesempatan kepada peserta untuk menerapkan keterampilan yang telah dipelajari.
References
Balkis, S., Arismunandar, A., Tarrapa, S., Muhajir, M. Al, & Fitriyani, F. (2024). Implementasi kecakapan hidup Dalam Membentuk Karakter Peserta Didik. Jurnal Kependidikan Media, 13(1), 40–48. https://doi.org/10.26618/jkm.v13i1.14269
Bambang, W. (2023) Sistem Pemasyarakatan di Indonesia. Penerbit Sinar Grafika.
Karnadi, A., Hidayat, D., & Musa, S. (2024). Pelatihan life skill merajut dalam meningkatkan keterampilan wirausaha perempuan di Dusun III Desa Pajaten melalui Program PPKO UNSIKA. Journal of Lifelong Learning, 7(2), 135141. https://doi.org/10.33369/joll.7.2.135-141
Kusmiran, K., Husti, I., & Nurhadi, N. (2022). Pendidikan Formal, Non Formal dan Informal dalam Desain Hadits Tarbawi. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia, 1(2), 485–492. https://doi.org/10.31004/jpion.v1i2.82
Masda, M., Andi Achmad, I., & Athar Asmas, M. (2024). Pembinaan Narapidana Melalui Pelatihan Life Skill; Upaya Peningkatan Keterampilan Warga Binaan. Journal of Education Sciences: Fondation & Application, 3(1), 88–98. https://doi.org/10.56959/jesfa.v3i1.87
Ramdhan, M. (2021). Metode penelitian. Cipta Media Nusantara.
Shomedran, S., Kamilah, F., & Ali Pratiwi, I. (2023). Peningkatan Kemampuan Life Skill Warga Belajar Paket C Melalui Program Keterampilan (Studi Kasus di PKBM Kusuma Bangsa Kabupaten Pali). Lifelong Education Journal, 3(1), 24–30. https://doi.org/10.59935/lej.v3i1.174
Simangunsong, N. S., Marshandha, V., Sagita, A., Farhan Mufti, M., Fadhil, M., Fadilah, Q. Z., & Rozamuri, A. M. (2024). Pelatihan Keterampilan Pengelolahan Manik-Manik untuk Peningkatan Keterampilan & Jiwa Wirausaha pada Siswa SMPN 153 Jakarta. 14, 88–2. http://ojs.uninus.ac.id/index.php/JPKMDOI:https://doi.org/10.30999/jpkm.v14i2.3402
Sultan Fatahilah, & Odi Jarodi. (2023). Pelaksanaan Pembinaan Kemandirian guna Meningkatkan Keterampilan Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Medan. Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains, 12. https://doi.org/10.19109/intelektualita.v12i02.19467
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung:
Penerbit CV Alfabeta.
Undang - Undang No 22 Tahun 2022 tentang Permasyarakatan
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
License Term
Â
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







