RANCANGAN PROGRAM KONSELING RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOR THERAPY UNTUK MEMINIMALISIR SELF-HARM PADA PESERTA DIDIK DI SMA NEGERI 1 SUNGAI RUMBAI

Authors

  • Adila Putri Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, Universitas PGRI Padang, Sumatera Barat, Indonesia
  • Rahma Wira Nita Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, Universitas PGRI Padang, Sumatera Barat, Indonesia
  • Rici Kardo Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, Universitas PGRI Padang, Sumatera Barat, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33394/realita.v11i2.22440

Keywords:

self-harm, Rational Emotive Behavior Therapy, program konseling, peserta didik

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya peserta didik yang mengalami perilaku self-harm akibat kesulitan mengelola emosi, tekanan akademik, konflik teman sebaya, masalah keluarga, kesepian, dan rendahnya penghargaan terhadap diri. Kondisi tersebut ditunjukkan melalui emosi yang tidak stabil, mudah marah, kecenderungan menyendiri, kesulitan berkonsentrasi, serta menurunnya semangat belajar. Kondisi ini menunjukkan pentingnya upaya konseling yang dapat membantu peserta didik mengelola emosi, memperbaiki pola pikir, dan mengembangkan perilaku yang lebih adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran self-harm berdasarkan aspek emosional, pola pikir, dan perilaku serta menghasilkan rancangan program konseling dengan pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy untuk meminimalisir perilaku self-harm. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development dengan model 4-D yang terdiri atas Define, Design, Develop, dan Disseminate. Populasi sekaligus sampel penelitian berjumlah 60 peserta didik yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa angket skala Likert, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan self-harm berkaitan dengan aspek emosional, pola pikir, dan perilaku. Pada aspek emosional ditemukan kesulitan mengendalikan emosi berupa kesedihan, kecemasan, kemarahan, dan kesepian. Pada aspek pola pikir ditemukan pikiran negatif dan keyakinan yang kurang rasional, sedangkan pada aspek perilaku terlihat kecenderungan melampiaskan emosi melalui perilaku yang kurang adaptif. Berdasarkan hasil tersebut, dirancang program konseling dengan pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy yang bertujuan membantu peserta didik mengubah pola pikir irasional menjadi rasional, meningkatkan kemampuan mengelola emosi, dan mengembangkan perilaku yang lebih adaptif sehingga dapat meminimalisir perilaku self-harm.

References

Aisyah, N. S. (2022). Pengentasan self-harm pada siswa SMP Negeri 10 Semarang dengan konseling kelompok teknik REBT. Counseling As Syamil: Jurnal Ilmiah Bimbingan Konseling Islam, 2(1), 10–20. https://doi.org/10.24260/as-syamil.v2i1.548

Asyafina, N., & Salam, N. E. (2022). Fenomena mahasiswa pelaku self-harm di Kota Pekanbaru. Jurnal Pendidikan Tambusai, 6(3), 13930–13936. https://doi.org/10.31004/jptam.v6i3.4820

Aufa, N. B., & Hasibuan, A. D. (2024). [Judul artikel sesuai sumber asli]. Jurnal Tarbiyah, 31(2), 298–310.

Beck, A. T. (1976). Cognitive therapy and the emotional disorders. International Universities Press.

Corey, G. (2017). Case approach to counseling and psychotherapy (9th ed.). Cengage Learning.

Dewi, R. K., Iswanti, D. I., Cahyaningrum, D. D., & Fiftina, R. (2025). Gambaran perilaku self-harm pada anak usia remaja di Kota Semarang. 1, 1–6.

Elsa, S. Y., Tri, R., & Donal, U. (2024). Analisis perilaku self-harm pada siswa SMPN 17 Pekanbaru dan implementasinya dalam bimbingan konseling. 1(2), 78–86.

Faizah. (2018). Penerapan REBT dalam mengatasi gangguan emosi.

Gratz, K. L. (2003). Risk factors for and functions of deliberate self-harm: An empirical and conceptual review. Clinical Psychology: Science and Practice, 10(2), 192–205.

Hapsyah, H., Handayani, M., Marjo, H. K., & Hanim, W. (2019). Motivasi dalam pembelajaran. Jurnal Pendidikan.

Insani, S. M. (2023). Studi kasus: Faktor penyebab perilaku self-harm pada remaja perempuan., 10 (2), 439–454.

Jannah, A. S., Muslimah, & Gozali, A. (2024). Implementasi pendekatan REBT untuk mereduksi perilaku self-harm. Coution: Journal of Counseling and Education, 5, 126–136.

Klonsky, E. D. (2007). The functions of deliberate self-injury: A review of the evidence. Clinical Psychology Review, 27(2), 226–239.

Maidah. (2013). Perilaku self-harm pada remaja.

Nock, M. K. (2009). Understanding nonsuicidal self-injury: Origins, assessment, and treatment. American Psychological Association.

Nock, M. K. (2010). Self-injury. Annual Review of Clinical Psychology, 6, 339–363.

Prayitno. (2017). Dasar-dasar bimbingan dan konseling. Rineka Cipta.

Putri, M. A., & Syukur, Y. (2019). Konseling keluarga dengan pendekatan rational emotive behavior therapy (REBT): Strategi mewujudkan keharmonisan dalam keluarga., 2(1), 1–8.

Schneiders, A. A. (1964). Personal adjustment and mental health. Holt, Rinehart and Winston.

Downloads

Published

25-10-2026

How to Cite

Putri, A., Nita, R. W., & Kardo, R. (2026). RANCANGAN PROGRAM KONSELING RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOR THERAPY UNTUK MEMINIMALISIR SELF-HARM PADA PESERTA DIDIK DI SMA NEGERI 1 SUNGAI RUMBAI. Realita : Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 11(2), 489–500. https://doi.org/10.33394/realita.v11i2.22440

Citation Check