ANALISIS KANDUNGAN MINERAL TEMBAGA (Cu) YANG TERDAPAT PADA STRUKTUR BATU TAMBANG DENGAN METODE ATOMIC ABSORPTION SPECTROFOTOMETER (AAS)

Baiq Rina Amalia Safitri, Lintang Pratama

Abstract


Fisika Material adalah salah satu mata kuliah wajib dalam menempuh jenjang pendidikan S1 di IKIP Mataram. Dalam bidang ini Mahasiswa dituntut untuk mengadakan suatu penelitian mengenai kandungan mineral didalam bongkahan batuan tambang. Penelitian ini bersifat eksak, yang terdiri dari beberapa rangkaian yakni mulai mengumpulkan data, mengumpulkan bahan, memilih mineral yang akan diteliti, memilih metode, dan menemukan hasil. Salah satu mineral yang terdapat dalam batuan yakni Tembaga,  Tembaga dalam SI adalah Cu. Tembaga (Cu) merupakan konduktor panas dan listrik yang baik, unsur ini memiliki korosi yang cepat, dan memiliki murni sifat halus dan lunak. Penelitian ini menggunakan metode Spektrofotometri Serapan atom (AAS).  AAS  adalah suatu metode analisis untuk penentuan unsur-unsur logam dan metaloid yang berdasarkan pada penyerapan (absorpsi) radiasi oleh atom-atom bebas unsur tersebut. Dimana setelah penelitian didapatkan hasil bahwa kandungan tembaga dalam bongkahan batuan itu ada, sedangkan nilai dalam konsep dengan kenyataan dalam penelitian memiliki keterkaitan dan kesamaan yang dilihat dari hasil yang tercapai.


Keywords


Tembaga (Cu), Spektrofotometri Serapan Atom (AAS), Batuan Tambang.

Full Text:

PDF

References


Distamben, 1998,Peranan Departemen pertambangan dan Energi DalamPengembangan Peletakan Kerangka Landasan Pengembangan Industri Nasional, Departemen Pertambangan Dan Energi,Jakarta.http://ebookbrowse.com/7a-peranan-departemen-pertambangan-dan-energi-dalam-pengembangan-peletakan-kerangka-landasan-pdfd331413582, 27 maret 2013.

Eviati dan Sulaeman. 2009. Petunjuk Teknis Edisi 2 Analisis Kimia Tanah, Tanaman, Air dan Pupuk. Bogor: Balai Penelitian Tanah.

https://id.wikipedia.org/wiki/Tembaga

(diakses pada 6 juli 2018 pada pukul 19.37 WITA)

http://www.jdih.kemenkeu.go.id/fullText/2009/4TAHUN2009UU.HTM (diaksews pada 6 juli 2018 pada pukul 20:03 WITA)

Munir, M., 1995, Geologi dan Mineralogi Tanah, Pustaka jaya: Jakarta.

Nandi, 2010, Handouts Geologi Lingkungan (GG405) Batuan, Mineral dan Batubara, Jurusan Pendidikan Geografi, Fakultas Pendidikan Ilmu Sosial, Universitas Pendidikan Indonesia, Jakarta.

http://file.upi.edu/Direktori/FPIPS/JUR._PEND._GEOGRAFI/197901012005011,NANDI/geologi%20lingkungan/BaBATUAN.pdf_suplemen_Geologi_Lingkungan.pdf,12 Februari 2013


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Ilmiah IKIP Mataram