Enhancing Community Work Readiness Through Fashion Skills Training at LKP Yani 20 Bandung Regency

Authors

  • Ferry Rofiul Alim Universitas Islam Nusantara Bandung, Bandung, Indonesia, Indonesia
  • Wawan Hermawan Universitas Islam Nusantara Bandung, Bandung, Indonesia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33394/vis.v14i2.20168

Abstract

This study explores the role of LKP Yani 20 in fostering a competent and competitive workforce through a fashion design skills training program. Employing a qualitative case study approach, data were gathered through in-depth interviews, direct observations, and document analysis involving institutional leaders, instructors, trainees, alumni, and members of the surrounding community. Thematic analysis was applied to capture patterns across the data. The findings reveal that the fashion training program substantially enhances participants’ sewing skills, work readiness, and self-confidence. Practice-oriented learning, combined with sustained instructor guidance, plays a crucial role in shaping work ethics and promoting learner independence, both for employment in the garment industry and for self-employment initiatives. Program outcomes are further reinforced by strong institutional commitment, instructor expertise, and high participant motivation. Nevertheless, limitations related to training facilities and limited industry partnerships continue to constrain program optimization.

Keywords: Nonformal Education; Course And Training Institutions; Fashion Skills Training; Work Readiness

Abstrak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi langsung, serta studi dokumentasi yang melibatkan pimpinan lembaga, instruktur, peserta, alumni, dan masyarakat sekitar. Analisis data dilakukan secara tematik untuk menangkap pola dan makna yang muncul dari temuan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan tata busana memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan keterampilan teknis menjahit, kesiapan kerja, serta kepercayaan diri peserta. Pembelajaran yang menekankan praktik, disertai pendampingan instruktur secara berkelanjutan, berperan penting dalam membentuk etos kerja dan kemandirian peserta, baik untuk memasuki industri garmen maupun mengembangkan usaha mandiri. Keberhasilan program didukung oleh komitmen kelembagaan, kompetensi instruktur, dan motivasi peserta, meskipun masih dihadapkan pada keterbatasan fasilitas pelatihan serta lemahnya jejaring dengan dunia industri. Temuan penelitian ini menegaskan relevansi Human Capital Theory dan Competency-Based Training dalam pendidikan nonformal serta memberikan implikasi praktis bagi penguatan peran LKP dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja.

Kata kunci: Pendidikan Nonformal; Lembaga Kursus Dan Pelatihan; Pelatihan Tata  Busana; Kesiapan Kerja

Downloads

Published

2026-10-10

How to Cite

Ferry Rofiul Alim, & Wawan Hermawan. (2026). Enhancing Community Work Readiness Through Fashion Skills Training at LKP Yani 20 Bandung Regency. Jurnal Visionary : Penelitian Dan Pengembangan Dibidang Administrasi Pendidikan, 14(2), 328–335. https://doi.org/10.33394/vis.v14i2.20168

Issue

Section

Articles

Citation Check