UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN BERMAIN PASIR

Ni Made Sulastri

Abstract


Abstrak: Anak usia dini adalah individu yang berusia 0-6 tahun yang memiliki beragam potensi yang harus di kembangkan. Diantara potensi-potensi tersebut adalah perkembangan motorik halus. Salah satu cara untuk mengembangkan motorik halus adalah melalui kegiatan bermain pasir. Motorik halus merupakan suatu gerakan yang melibatkan otot-otot kecil anak seperti gerakan jari jemari anak, membutuhkan koordinasi antara mata dengan tangan. Bermain pasir merupakan suatu kegiatan edukatif yang dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan motorik halus anak usia dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan kegiatan bermain pasir dapat mengembangkan motorik halus anak usia dini. Hasil penelitian pada tahap pengembangan pertama berjalan dengan lancar hanya saja ada beberapa siswa masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan kegiatan sehingga kemampuan motorik halus belum berkembang dengan baik. Pada tahap pengembangan kedua terjadi peningkatan di mana hampir semua siswa dapat menyelesaikan kegiatan dengan baik sehingga kemmapuan motorik halus berkembang sesuai dengan harapan. Berdasarkan hasil pengembangan tersebut maka dapat di simpulkan bahwa kegiatan bermain pasir dapat mengembangkan kemampuan aspek motorik halus pada anak usia dini.

 

Kata kunci: Bermain pasir, Motorik Halus.

 

Abstract: Early childhood are individuals aged 0-6 years who have a variety of potentials that must be developed. Among these potentials is fine motor development. One way to develop fine motor skills is through playing with sand. Fine motor skills are movements that involve the child's small muscles such as the movement of a child's fingers, requiring coordination between the eyes and hands. Playing sand is an educational activity that can be used to develop fine motor skills in early childhood. The purpose of this study was to determine whether the application of sand play activities can develop fine motor skills in early childhood. The results of the research at the first development stage ran smoothly, it's just that some students still have difficulty completing activities so that their fine motor skills have not developed properly. In the second development stage, there is an increase in which almost all students can complete activities well so that fine motor skills develop according to expectations. Based on the results of this development, it can be concluded that playing sand can develop fine motor skills in early childhood.

 

Key words: Playing sand, fine motor skills

Full Text:

PDF

References


Arikunto, Suharsimi, 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.

Dwijandono, Esti Wuryani Sri. 2002. Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT Gramedia.

Hasan Maemunah. 2009. Pendididkan Anak Usia Dini.

Hurlock, B. Elizabeth. 1980. Perkembangan Anak Edisi V. Jakarta: PT.Gelora Aksara Pratama.

Kurniasari, Diah. 2010. Pendekatan Pembelajaran BCCT di Sentra Persiapan dalam Upaya Persiapan Menulis Dasar. Surakarta.

L. Zulkifli. 2012. Psikologi Perkembangan. Bandung. PT. Remaja Rosdakarya

Montolalu, dkk. 2008. Bermain dan Permainan Anak. Jakarta: Universitas Terbuka.

Parent Guide. 2010. Serunya Bermain Pasir. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No.58 Th 2009. Jakarta. Tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini.

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuanitatif-Kualitatif dan R & D.CV. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. 2010. Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.