PERSEPSI PENGUNJUNG TERHADAP PENGEMBANGAN OBYEK WISATA ALAM AIR TERJUN BIDADARI DI DESA KAWINDA TO’I KECAMATAN TAMBORA KABUPATEN BIMA, PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT
DOI:
https://doi.org/10.33394/jss.v5i2.7062Abstract
Air terjun Bidadari terletak di Desa Kawinda To’i, Kecamatan Tambora Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi pengunjung terhadap pengembangan objek wisata alam air terjun Bidadaridalam penilaian akses wisata dan kondisi fasilitas objek wisata tersebut.. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskritif kuantitatif. Data primer didapatkan melalui teknik observasi serta mewawancarai responden dengan menggunakan kuesioner 100 orang pengunjung. Dalam penelitian ini data dianalisis menggunakan pengukuran skala likert. Pengukuran komponen penilaian pada skala likert yaitu mencakup rentang nilai ≤ 5 diartikan sangat baik, rentang nilai 4 ≤ 4,5 diartikan baik, rentang 3 ≤ 3,5 diartikan cukup, rentang 2 ≤ 2,5 diartikan kurang baik, dan rentang ≥ 1 diartikan tidak baik. Berdasarkan penelitian persepsi pengunjung terhadap kondisi aksesbilitas wisata (3,6) dan masuk dalam kategori baik, penilaian pada kondisi kebersihan (3,6) masuk kategori baik, penilaian pada kondisi infrastruktur (3,3) masuk ke dalam kategori cukup, penilaian pada kondisi fisik (3,6) masuk ke dalam kategori baik, serta pada penilaian kepuasan pengunjung terhadap obyek wisata (4,1) masuk dalam kategori baik.. Hal ini menunjukkan bahwa perlu adanya peningkatan dalam bidang infrastruktur berupa peningkatan jaringan komunikasi serta sarana dan prasarana wisata sebagai upaya pengembangan suatu objek wisata yang dapat dilakukan dengan strategi yang baik dan tersusun, hal itu dilakukan agar dapat meningkatkan minat kunjungan di objek wisata tersebut.References
Asmani, Jamal Ma’mur. 2012. Buku Panduan Internalisasi Pendidikan Krakter Di sekolah. Yogyakarta: Diva Press.
Anonymous, 1982. Pedoman Pola Pengelolaan Ekosistem Tanaman nasional. Bogor
Andi Prastowo. 2014. Metode Penelitian Kualitatif dalam Perspektif Rancangan Penelitian. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.cet.III
BKSDH, NTB, 2010, Panduan Wisata Alam Di Kawasan Kensrvasi Nusa Tenggara Barat.
Iskandar Indranata. 2008. Pendekatan Kualitatif untuk Pengendalian Kualitas. Jakarta: Universitas Indonesia.
Kusmayadi dan Sugiarto, Endar. 2000. Metodelogi Penelitian Dalam Bidang Kepariwisataan. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama
Marpaung, Y. 2002. Pendidikan Matematika Realistik Di Indonesia.
Mariotti, 1998. Kemitraan Usaha. Pustaka Sinar Harapan, Jakarta.
Pendit, N.S,. 1999. Ilmu Parawisata: Sebuah Pengantar Perdana. Jakarta: Pradnya Paramita.
Simon,1995, Pembangunan Hutan Berwawasan Lingkungan dan Kesejahteraan Masyarakat, Pidato Pengukuhan Guru Besar, Universitas Gadja Mada, Kogyakarta.
Singarimbun, Masri dan Sofian Effendi.1989. Metode Penelitian Survey. LP3ES. Jakarta
Spillane James J. Ekonomi parawisata sejarah dan Prospeknya. Yogyakarta: Kanisius, 1987.
Sugiyono, 2014. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sujarweni, V Wiratna. 2014. Metodologi Penelitian. Yogyakarta. Pustakabarupress
Sukardi, 1998. Pengantar parawisata.STP Nusa Dua Bali.
Suyitno, 2001. Perencanaan Wisata. Yogyakarta: Kanisius
Surachmad, Winarno. 1982. Pengantar Intraksi Belejar Mengajar, Dasar Dan Teknik Metedologi Pengajaran . Bandung: Tarsito
Tika, Zainuddin, 2012. Bantaeng Butt Toa. Lembaga Kajian & Penulisan Sejarah Budaya Sulawesi Selatan.
Undang-Undang Repoplik Indinesia No 9 Tahun 1990 Tentang Keparawisataan.
Umar, Husein. 2003. Metodologi Penelitian: Aplikasi dalam Pemasaran. Pt Gramedia Pustaka Utama. Jakarta
Wahab, salah 1992. Pemasaran Parawisata. Jakarta : PT. Pradnya Paramita.
Wibowo AS, 2021. Parawisata, Ekowisat dan Lingkungan. Jakarta
Wahab Salah, 1975. Tourism Manegement, London. Tourism International.

