MANFAAT DAN PENDAPATAN HASIL HUTAN BUKAN KAYU ROTAN (Calamus rotan) DI DESA RENDE NAO MANGGARAI TIMUR NUSA TENGGARA TIMUR
DOI:
https://doi.org/10.33394/jss.v2i2.3665Abstract
Penelitian ini bertujuan Untuk Mengetahui bentuk pemanfaatan rotan di Desa Rendenao Kecamatan Pocoranaka Kabupaten Manggarai Timur. Dengan menggunakan metode deskriptif yang bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai bentuk pemanfaatan rotan, pendapatan masyarakat dan analisis pemasaran di lokasi tempat dilaksanakan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di Desa Rende Nao Kecamatan Pocoranaka Kabupaten Manggarai Timur Propinsi Nusa Tenggara Timur. Terdapat 2 jenis hasil hutan bukan kayu adalah Rotan Batu (Calamus filipendulus Roxb) dan Rotan Cacing (Calamus heterodueus mart). Petani memperoleh penghasilan di Rotan Batu dan Rotan Cacing sebesar (I) 134.779.836, dari 20 responden per enam bulan dengan rata-rata (I)Â 287.500.References
Anonimous. 2003. Hasil Survey SCSI. Surakarta
: PPM FE UNS.
Badan Pusat Statistik Kota Binjai. 2002. Binjai.
http://Binjai.bps.go.id/Binjai/q=content/tab
el-13-luaswilayah-Kota-Binjai menurutkecamatan.
Juli
.
Dransfield, J. 1974. A short guide to Rattans.
Bogor. BIOTROP.
Dransfield, J. & Manokaran. 1993. Sumberdaya
Nabati Asia tenggara 6. Gadjah Mada
University Press bekerjasama dengan
Prosea indonesia. Bogor.
Dransfield, J. & Manokaran. 1996. Sumber
Daya Nabati Asia Tenggara. No.6.
Yogyakarta. Gadjah Mada University Press.
hlm. 18-23.
Dransfield, 1984. The Rattans of Sabah. Sabah
Forest Record no. 13. Forest Departement
Sabah.
FAO, 1997. The Plant Kingdom. New York:
Food and Agriculture Organization.
Hermansyah, A. 1982. Mengenal Rotan sebagai
Hasil Hutan Non Kayu. Duta Rimba. 8
(55): 29-32
Jumiati, Hariyadi B, Murni P. 2012. Studi
Etnobotani Rotan Sebagai Bahan
Kerajinan Anyaman Pada Suku Anak
Dalam (SAD) Di Dusun III Senami, Desa
Jebak Kabupaten Batanghari, Jambi.
Biospecies 5(1):33-41.
Januminro. 2000. Rotan Indonesia, Potensi,
Budi Daya, Pemungutan, Pengolahan,
Standar Mutu, dan Prospek Pengusahaan.
Yogyakarta: Kanisius.
Januminro, 2000. Rotan Indonesia,Yogyakarta. Krisdianto dan Jasni, 2005. Struktur Anatomi
Tiga Jenis Batang Rotan. Ilmu dan
Teknologi Kayu Tropis. Pusat Litbang
Teknologi Hasil Hutan, Bogor.
Kotler dan Keller. 2009. Manajemen
Pemasaran. Jilid I. Edisi ke 13. Jakarta:
Erlangga
Kalima, T. 1999. Kunci Identifikasi 17 jenis
Rotan untuk Kawasan Taman Nasional
Ujung Kulon, Jawa Barat. Bul. Pen. Hutan
(For. Res. Bull). 618: 31-64
Kalima, T. 1996. Studi Potensi Rotan di
Kawasan Taman Nasional Gunung
Halimun Jawa Barat. Bul. Pen. Hutan.
(For. Res. Bull). 602:9-16
Lekitoo, K., Rusdy. 2005. Deskripsi Jenis-jenis
Bambu dan Rotan Pada Kawasan Hutan
kali Waramui Distrik Masni Kabupaten
Manokwari. Info Hutan. II (2) : 81-91.
Muhdi. 2008. Prospek, Pemasaran Hasil Hutan
Bukan Kayu Rotan.
Menon, K. K. 1979. Rattan. A state of the art
review. The Workshop on the Cultivation
and Processing of Rattan in Asia.
Singapore.
Ritonga, A. O. 2010. Potensi Ekonomi
Pengusahaan Hutan Rakyat Bambu Desa
Pondok Buluh, Kecamatan Panribuan
Kabupaten Simalungun. Skripsi.
Universitas Sumatera Utara. Medan.
Sinambela, A. 2011. Teknologi Pengolahan dan
Pemanfaatan Rotan oleh Masyarakat
Kabupaten Langkat. Skripsi Universitas
Sumatera Utara. Medan.
Sastrapradja, S. D., E. A. Widjaja., J. P. Mogea.,
& E. Sudarmonowati. 2000. Diantara
Alunan Bambu dan Bisikan Rotan. Bogor.
Naturae Indonesiana (Naturindo). hlm. 4248.
Tellu, A, T. 2004. Kunci Identifikasi Rotan
(Calamus spp.) Asal Sulawesi Tengah
Berdasarkan Struktur Anatomi Batang.
Biodiversitas. 6 (2) : 113-117.
Tellu AT. 2005. Kunci Identifikasi Rotan
(Calamus spp.) Asal Sulawesi Tengah
Berdasarkan Struktur Anatomi Batang.
Biodiversitas 6 (2):113-117.

