ANALISIS PENDAPATAN HASIL HUTAN BUKAN KAYU JAMBU MENTE (Anacardium occidentale L.) DILAHAN HUTAN TANAM RAKYAT KELOMPOK TANI DESA KABOL KECAMATAN PRAYA BARAT DAYA KABUPATEN LOMBOK TENGAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT
DOI:
https://doi.org/10.33394/jss.v2i1.3654Abstract
Tanarnan jambu mente pada saat ini merupakan salah satu tanaman yang sedang dipacu pengembangannya, terutama di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pendapatan HHBK Jambu Mente (Anacardium Occidentale L.) serta mengetahui tingkat kelayakan usaha menanam Jambu Mente di Hutan Desa Kabol, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik survey. Penelitian ini dilakukan pada kelompok tani hutan di Dusun Kending Sampi desa Kabol, Kecamatan Praya Barat Daya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata luas lahan petani responden adalah seluas 100Ha, maka rata-rata biaya produksi untuk membeli alat dan bahan serta biaya ongkos tenaga kerja yang harus dikeluarkan petani adalah sebesar Rp 3.427.000. Rata-rata penerimaan yang diperoleh petani sebesar Rp. 11.733.00, dan rata-rata pendapatan/keuntungan yang diperoleh masing-masing petani per/1 musim tanam sebesar Rp. 8.302.000, maka R/C ratio diperoleh sebesar 1,82%. Artinya, setiap Rp. 1 yang dikeluarkan oleh petani untuk biaya usaha menanam jambu mente akan menghasilkan keuntungan sebesar Rp 1,82%. Karena nilai R/C Ratio lebih besar dari pada 1 (R/C > 1) maka kegiatan dalam usaha menanam jambu mente di hutan Desa Kabol ini layak untuk diusahakan. Untuk meningkatkan pendapatan/keuntungan, maka diharapkan kepada para petani hutan di wilayah penelitian bisa meningkatkan kegiatan pemeliharaan terhadap tanaman tanaman jambu mente dan agar di usahakan bisa menjual hasil produksi dalam bentuk produk sekunder.References
Alauddin. 1996. Status dan Pengembangan
Nasional Komoditas Jambu Mente di
Indonesia. Prosiding. Forum Komunikasi
Ilmiah Komoditas Jambu Mente. Tanggal
-6 Maret 1996. Balai Penelitian Tanaman
Rempah dan Obat. Bogor.
Hermanto dan Zaubin, R. 2001. Persyaratan
Lingkungan Tumbuh Jambu Mente.
Monograf Jambu Mente. Balai Penelitian
Tanaman Rempah dan Obat. Bogor.
Irawanti, S, A, P, Suka, S, Ekawati. 2012.
Peranan kayu dan hasil bukan kayu dari
hutan rakyat pada pemilikan lahan sempit :
Kasus Kabupaten Pati. Jurnal Penelitian
Sosial dan Ekonomi Kehutanan. 9(3): 113125p.
Krisnamurthi, B. 2001. Agribisnis. Yayasan
Pengembangan Sinar Tani. Bahan Kuliah.
Jurusan Ilmu-Ilmu Sosial Ekonomi
Pertanian. Fakultas Pertanian. Institut
Pertanian Bogor.
Mauludi, L. 1998. Kajian Peningkatan
Pendapatan Petani Melalui Diversifikasi
Produk Buah Semu Jambu Mete. Laporan
Penelitian, Balittro, Bogor.
Mutjohardjo, M. 1990. Jambu Mete dan
Teknologi Pengolahannya. Liberty,
Yogyakarta.
Nair, M. K. E.V.V. B. Rao, K. K. N.
Nambiardan M. C. Nambiar. 1979. Casiiew
(AnacardiumOccidentale L.). Monograph
on Plantation Crops, CPCRI, Kerala. India.
Nurfatriani, F. 2006. Konsep Nilai Ekonomi
Total dan Metode Penilaian Sumber Daya
Hutan. Jurnal Penelitian Sosial dan
Ekonomi Kehutanan. Pusat Penelitian
Sosial Ekonomi dan Kebijakan Kehutanan.
Badan Penelitian dan Pengembanan
Kehutanan. Bogor.
Rosman dan Lubis. 1996. Aspek Lahan dan
Iklim Untuk Pengembangan Tanaman
Jambu Mente. Prosiding. Forum
Komunikasi Ilmiah Komoditas Jambu
Mente. Tanggal 5-6 Maret 1996. Balai
Penelitian Tanaman Rempah dan Obat.
Bogor.
Salaka, F. J. Nugroho, B. &Nurrochmat, D. R.
(2012). Strategi kebijakan pemasaran hasil
hutan bukan kayu di Kabupaten Seram
Bagian Barat, Provinsi Maluku. Jurnal
Analisis Kebijakan Kehutanan, 9(1), 50–65.
Sukmadinata, T. 1996. Prospek Pengembangan
Agribisnis Jambu Mente di Indonesia.
Prosiding. Forum Komunikasi Ilmiah
Komoditas Jambu Mente. Tanggal 5-6
Maret 1996. Balai Penelitian Tanaman
Rempah dan Obat. Bogor.
Torres-Rojo, J. M. Moreno-Sánchez, R. MartÃn,
&, & Mendoza-Briseño, A. (2016).
Sustainable Forest Management in
Mexico.Curr Forestry Rep, 293-105.

