POTENSI JENIS-JENIS POHON INANG KUTU LAK (Laccifer lacca.Kerr) DI KAWASAN PULAU LOMBOK
DOI:
https://doi.org/10.33394/jss.v2i1.3645Abstract
Beberapa negara penghasil lak juga memilliki tanaman inang yang berbeda selain kesambi yang berpotensi sebagai inang kutu lak. Misalnya saja India tanaman inang yang baik adalah Butea monosperma (Ploso) dan Zizypus mauritana, dan Thailand menggunakan tanaman jenis Samanea saman yang paling baik untuk inang kutu lak (Green, 1995). Di Sumba timur jenis pohon yang baik untuk inang kutu lak adalah kesambi, bidara, dan beringin (Rochayah dkk, 2012). Berdasarkan hal ini maka sangat menarik untuk dikaji inang alternatif selain kesambi yang dapat menghasilkan lak baik secara kuantitas maupun kualitasnya tinggi yang khas untuk Pulau Lombok. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenisjenis pohon inang selain kesambi yang membentuk lak. Metode yang digunakan metode deskriptif. Percobaan akan dilakukan di daerah basis penanaman kesambi yakni di desa Sugian seluas 35 ha dan desa Ledangbatu seluas 150 ha di kecamatan Sambelia Kabupaten Lombok Timur. Luas areal contoh yang diambil di desa Sugian seluas 1,5 ha dan di desa Lendangbatu seluas 7,5 ha (5% dari luas areal penanaman kesambi). Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa terdapat empat jenis pohon yang dapat menjadi inang kutu lak selain pohon kesambi yaitu : pohon mangga, pohon sengon, pohon sonokeling dan pohon ara.References
Asep, MD dan Intari, SE., 1995. Jenis Pohon
Inang Alternatif Kutu Lak di BKPH Taman
dan Sukapura KPH Probolinggo Jawa Timur. Majalah Duta Rimba, XX(185-186): 15-20 Perum Perhutani. Jakarta.
Bambang Wiyono, 2002, Pengusahaan Lak
Cabang di Indonesia, Buletin Penelitian dan
Pengembangan Kehutanan Vol 3 No.1
Tahun 2002: 95-107
Herawati,T, 2005. Kondisi Pengelolaan di
Indonesia dan Peluang Pengembangannya
di Nusa Tenggara Timur.
Iqbal,M., 1993. International Trade in Non
Wood Forest Product: on Review FAO.
Working Paper No. 11 tahun 1993.
Kasmudjo, 2007. Hasil Hutan Non Kayu, Diktat.
Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah
Mada, Yogyakarta.
Kurnaedi, R. dan M. Widnyana, 2003.
Pengusahaan Steacklac dan Budidaya Kutu
Lak. Buletin Penelitian Kehutanan 643: 2532.
Perhutani Unit II Jawa Timur. 2004. Buku Saku
: Pengelolaan Tanaman Inang Kesambi dan
Kultur Lak dan Pengelolaan Lak Cabang
Menjadi Seedlak. Probolinggo : KPH
Probolinggo Perum Perhutani Unit II Jawa
Timur.
Radijanto, SBI., 1979. Model untuk penaksiran
Lak pada Tanaman Inang Kesambi.
Majalah Duta Rimba Nomor 31/V/1979. Pp
: 13-23
Rochayah S.D.M., dan Koeslulat, 2005.
Budidaya kutu lak untuk mensejahterakan
masyarakat, Nusa Tenggara Timur.
Siti Rochayah DM, Saptadi D, Ermi Erene, M.
Widyana, 2012. Pengembangan Budidaya
Lak untuk Meningkatkan Kesejahteraan
Masyarakat.
Wulandari FTW, 2010. Pelatihan Pasca Panen
Lak didesa Sugian Kecamatan Sambelia
Kabupaten Lombok Timur. Kerjasaman
Faperta UNRAM dengan Dinas Kehutanan
NTB.
Wulandari, FTW., dan NML.Ernawati, 2011.
Deskripsi nilai ekonomi kutu lak dengan
teknologi pascapanen di desa Sugian
Kecamatan sambelia kabupaten lombok
timur. Makalah seminar ASEAN Fakultas
Pertanian Universitas Mataram.
Wulandari, FTW., dan NML.Ernawati, 2011.
Strategi peningkatan pasca panen lak didesa
Sugian Kecamatan Sambelia Kabupaten
Lombok Timur. Makalah Poster Litbang
Bogor.
Wulandari , 2012. Gambaran sistem kultur kutu
lak dan pasca panen lak serta manfaatnya bagi industri, jurnal Media Bina Ilmiah, Mataram.

