IDENTIFIKASI JENIS VEGETASI DAN POLA AGROFORESTRY DI HUTAN RAKYAT DESA JURIT BARU KECAMATAN PRINGGASELA KABUPATEN LOMBOK TIMUR
DOI:
https://doi.org/10.33394/jss.v1i2.3641Abstract
Penelitian ini dilaksanakan disekitar Hutan Rakyat Desa Jurit Baru, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Penelitian ini dilakukan selama 1 bulan, yaitu pada bulan April sampai bulan Mei tahun 2018. Penempatan jalur dilakukan dengan streep sampling with random start, dimana untuk menentukan jalur pertama ditentukan secara acak sedangkan jalur berikutnya dilakukan secara sistematik dengan jarak antar jalur 50 m. Jalur yang dibuat petak dengan ukuran 20 x 20 m. Jumlah pemilik kawasan Hutan Rakyat Desa Jurit Baru sekitar 315 orang, dengan luas keseluruhan Hutan Rakyak Desa Jurit baru yaitu 274.01 ha, untuk sampling plot 10% sehingga diperoleh 32 orang pemilik Hutan Rakyat, sehingga jumlah plot yang digunakan adalah sebanyak 32 plot. Dikawasan Hutan Rakyat Desa Jurit Baru terdapat 27 jenis vegetasi dan 15 jenis tumbuhan bawah. Sebagian besar yang dimanfaatkan bagian kayunya yaitu sebagai kayu bakar. Indeks nilai penting untuk tingkat pohon terbanyak adalah Kelapa (Cocos Nucifera) 63.66. Untuk Indeks nilai penting tingkat tiang terbanyak adalah Jati putih (Gmelina arborea) 58.93. Untuk indeks nilai penting tingkat pancang terbanyak adalah pisang (Musa paradisiae) 41.01. Sedangkan untuk tingkat semai indeks nilai penting terbanyak adalah Mahoni (Swietenia Macrophylla) 72.74 dan Tumbuhan bawah yang memiliki jumlah individu terbanyak adalah Nanas (Ananas comosus) 979 buah. Pada hutan rakyat Desa Jurit Baru Kecamatan Pringgasela pola tanam agroforestry yang diterapkan oleh masyarakat sekitar sebagian besarnya menggunakan pola agroforestry pembatas dengan jumlah 13 lahan, pola agroforestry campuran jumlahnya 13 lahan dan yang menggunakan pola agroforestry baris 6 lahan. Dari total lahan yang di amati berjumlah 32 lahanReferences
Andayani, Wahyu. 2005. Ekonomi Agroforestri.
Yogyakarta. Debut Press.
Anonim 2016. ―Indeks Nilai Penting‖
http://www.biologiedukasi.com/2016/06/ca
ra-menghitung-indeks-diversitas.htm.I.
Diakses 23/05 2017
Anonim 2016. ―Klasifikasi pohon-pohon‖
Arikunto, Suharsimi (2002). Prosedur Penelitian
Suatu Pendekatan Praktiek. Jakarta : Rineka
Cipta
Arikunto, Suharsimi, 1997 . Prosedur Penelitian
Suatu Pendekatan Praktiek. Edisi Revisi
IV. Jakarta : Rineka Cipta
Bogor: World Agroforestry Centre (ICRAF).
De Foresta, H., A. Kusworo, G. Michon dan
W.A. Djatmiko. 2000. Ketika Kebun
Berupa Hutan – Agroforest Khas Indonesia
– Sebuah Sumbangan Masyarakat. ICRAF,
Bogor. 249 pp.
Esther dan Didik. 2003. Membuat Pasar
Tradisional Tetap Eksis. Copyring: Sinar
Harapan. Jakarta
Hairiah,K., Sardjono, M.A.,
Sabarnurdin, S. 2003.
Pengantar Agroforestri.
http://www.silvikultur.com/klasifikasi_pohon_h
utan. Html Diakses 26/05
Huxley P. 1999. Tropical Agroforestry.
Blackwell Science Ltd, UK, ISBN 063204047-5.
pp.
Irwanto. 2007. Kajian Tumpangsari di Lahan
Kayu Putih terhadap Keberlanjutan
Kegiatan Konservasi di Kabupaten Seram Bagian Barat Provinsi Maluku. Tesis. IPB. Bogor.
Mahendra, F. 2009. Sistem Agroforestri dan
Aplikasinya. Buku. Graha Ilmu.
Meleong, Lexy. (2002). Metodologi Penelitian
Kualitatif. Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya.
Sastraatmaja, (1985) dalam Harumi, Fitri. 2007.
Kontribusi Sektor Pariwisata Terhadap
Pendapatan Rumahtangga Petani di
Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok
Utara. Skripsi. Fakultas Pertanian
UNRAM. Mataram.
Van Noordwijk, M., F. Chandler, and T. P.
Tomich. 2004. An introduction to the
conceptual basis of RUPES: rewarding
upland poor for the environmental services
they provide. International Centre for
Research in Agroforestry Southeast Asia,
Bogor, Indonesia.
Vergara, N.T. (Editor), 1982a. New Directions
in Agroforestry: The Potential of Tropical
Legume Trees. Economic Evaluation of
Agroforestry Projects. East—West
Environment and P01icy Institute,
Honolulu, 23 pp.
Widianto., Hairiah, K., Suharjito, D dan
Sardjono, M.A. 2003. Fungsi dan Peran
Agroforestri. Buku. World Agroforestry
Centre (ICRAF) Southeast Asia. Bogor. 37
p.
Widiarti, A., dan S. Prajadinata. 2008.
Karakteristik Hutan Rakyat Pola Kebun
Campuran. Bogor.

