PERAN HASIL HUTAN BUKAN KAYU (HHBK) TERHADAP PENDAPATAN PETANI PENGELOLA KAWASAN HUTAN KEMASYARAKATAN(HKm) DI DESA GIRI MADIA KECAMATAN LINGSAR KABUPATEN LOMBOK BARAT
DOI:
https://doi.org/10.33394/jss.v1i1.3634Abstract
penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui jenis – jenis HHBK yang dimanfaatkan oleh petani HKm dab=n untuk mengetahui pendapatan petani dari hasil hutan bukan kayu (HHBK) pada kawasan hutan kemasyarakatan (HKm) di Desa Giri Madya Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat. Penelitian dilaksanakan di Desa Giri Madya Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat. Pemilihan lokasi Giri Madya karena di Desa tersebut Memiliki hutan kemasyarakatan (HKm). Waktu penelitian dilaksanakan selama 1 bulan pada bulan Mei – Juni 2017 penelitian ini, penelitian ini yang akan dijadikan populasi adalah kelompok tani yang ada dalam pengelolaan HKm yang ada di Desa Giri Madya yang anggotanya adalah 387 orang dari 1 (satu) kelompok tani yang ada dalam pengelolaan hutan kemasyarakatan (HKm) di Desa Giri Madia Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat. Penentuan jumlah responden ditetapkan sebanyak 30 orang secara “Quata Sampling†jumlah tersebut kemudian di distribusikan seacara “Proposional Random Sampling†dan jumlah anggota kelompok tani pengelola HKm di Desa Giri Madia yang anggotanya berjumlah 327 orang. Berdasarkan analisa data dan pembahasan yang di proleh dari hasil penelitian sesuai dengan tujuan dari peneltian, maka dapt di tarik kesimpulan sebagai berikut: Jenis HHBK yang di manfaatkan petani HKm Desa Giri Madia adalah Kopi, Aren, Pisang dan Durian. Jumlah pendapatan yang diperoleh oleh petani yang ikut serta dalam pemanfaatan kawasan hutan masyarakat (HKm) yang ada di Desa Giri Madia sebesar Rp 62,084,000ndengan rata-rata total pendapatan sebesar Rp 2,069,467/tiga bulan. Peran hasil hutan bukan kayu (HHBK) terhadap pendapatan petani mampu memberikan kontribusi sebesar 3.34%/ tiga bulan, meskipun masih dalam jumlah yang masih cukup kecil.References
Anonim, 2005. Potensi Ekonomi dan Bisnis
Provinsi Nusa Tenggara Barat. Economic
Review Jurnal No. 199.
Arnold, J.E.M. 2004. Dalam Forest Product,
Livelihoods and Concervation; Case studies
of non-timber forest product systems
(Kusters, K. and B. Belcher eds.). Volume 1
– Asia.
Baharudin, MP. dan Taskirawati,I, 2009. Buku
Ajar Hasil Hutan Bukan Kayu. Fakultas
kehutanan Universitas Hasanudin.
Hadisapoetra S., 1973. Biaya dan Pendapatan
dalam Usahatani. Departemen Ekonomi
Pertanian Fakultas Pertanian UGM,
Yogyakarta.
Indriyanto. 2006. Ekologi Hutan.Jakarta. Bumi
Aksara
Kartodihardjo, H. 1999. Penataan Institusi
Pengelolaan Hutan Alam Indonesia. Disertasi
Pasca Sarjana IPB. Tidak diterbitkan. Bogor.
Konsepsi Strategi Penelitian Hasil Hutan Bukan
Kayu di Indonisia. Buletin Vol. 2 No
LihatDalamhttp : // www, dephut.
Go.id/informasi / litbang/ hasil/ buletin/ 2001
/ 2-1-h. HTM.Diakses pada tanggal 28
September 2014.
Moh. Nazir. 2003. Metodologi Penelitian. Ghalia
Indonesia. Jakarta. Halaman 16.
Moko H. 2008. Menggalakan Hasil Hutan Bukan
Kayu Sebagai Produk Unggulan. Informasi
teknis 6(2), September 2008. Balai Besar
Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan
Tanaman Hutan.
Nasution. 2006. Dasar-Dasar dan Teknik
Research Metode Ilmiah, Bandung . halaman
Ngakan, P. O. dan A, Ahmad, 2005. Kontribusi
Hasil Hutan Bukan Kayu Terhadap
Penghidupan Masyarakat Hutan. Universitas
Hasanudin.
Makasar.., di., https://www.google.com/searc
h?hl=en&noj=1&q=pustaka+ngakan+putu+o
ka+dan+amran+achmad+2005.kontribusi+ha
sil+hutan+bukan+kayu+terhadap+penghidup
an+masyarakat+hutan&oq. Di
unduh pada tanggal 10 Januari 2014
Peraturan Menteri Kehutanan RI Nomor
P.21/Menhut-II/2009. Tentang Kriteria dan
Indikator Penetapan Jenis Hasil Hutan
Bukan Kayu Unggulan, tanggal 19 Maret
Prayitno, 2007. Hasil Hutan Bukan Kayu
Terhadap Pendapatan Masyarakat Sekitar
Hutan. Jakarta
Riduwan. 2007. Metode dan Teknik Menyusun
Proposal Penelitian. CV Alfabeta, Bandung.
Halaman 56
Sihobing, A. 2011. Pemanfaatan hasil hutan
bukan kayu oleh masyarakat desa sekitar
hutan, departemen manajemen hutan fakultas
kehutanan institute
pertanianbogor.di: https://www.google.com/s
earch?hl=en&noj=1&q=pustaka+juliana+A+
sihobing%2C+2011.+pemanfaatan+hasil+hut
an+bukan+kayu+oleh+masyarakat+desa+sek
itar+hutan+di+iuphhkha+pt.ratah+timber+sa
marinda&oq. Diunduh pada tanggal 3
Februari 2014
Sihombing A,J. 2011. Pemanfaatan hasil hutan
bukan kayu (HHBK) oleh masyarakat desa
sekitar hutan di IUPHHK-HA PT. Ratah
Timber Samarinda, Kalimantan Timur.
Bogor.
Situmeang, H. 2012. Kontribusi hasil hutan bukan
kayu terhadap pendapatan masyarakat sekitar
hutan. (studi kasus: nagori parmonangan
kecamatan dolok panribuan
kabupatensimalungun).[skripsi].di unduh
pada tanggal13 Februari
Dihttps://www.google.com/search?hl=e
n&noj=1&q=pustaka+hasoloan+situmeang%
C2012.+kontribusi+hasil+hutan+bukan+kay
u+terhadap+pendapatan+masyarakat+sekitar
+hutan&oq.
Sugiono, 2012, tentang. Metode penelitian.
Bandung. halaman 224
Sumadiwangsa S. 1998. Karakteristik Hasil Hutan
Bukan Kayu. Duta Rimba 212 (23): 44-48.
Walter, B.M. 2004. Comment: What isn't an
NTFP? International Forestry Review.
Winarno, Surahmad., 2006. Dasar-Dasar dan
Teknik Research Metode Ilmiah, Bandung .
halaman 171

