UPAYA PENANGGULANGAN PERLADANGAN LIAR OLEH KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN LINDUNG (KPHL) AMPANG RIWO DI KAWASAN HUTAN DESA JATI BARU KECAMATAN MANGGELEWAKABUPATEN DOMPU
DOI:
https://doi.org/10.33394/jss.v1i1.3627Abstract
Hutan merupakan obyek wisata diperkaya oleh flora dan fauna, mempunyai peranan hutan sebagai kawasan yaitu : 1. Sebagai Sumber Pangan, Perumahan dan Kesehatan kehidupan manusia yang bergantung pada keanekaragaman hayati. Hewan dan tumbuhan yang kita manfaatkan saat ini (misalnya ayam, kambing, padi, jagung) pada zaman dahulu juga merupakan hewan dan tumbuhan liar, yang kemudian dibudidayakan; 2. Sebagai Sumber Pendapatan keanekaragaman hayati dapat dijadikan sumber pendapatan. Misalnya untuk bahan baku industri, rempah-rempah, dan perkebunan; 3. Sebagai Sumber Plasma Nutfah hewan, tumbuhan, dan mikroba yang saat ini belum diketahui tidak perlu dimusnahkan, karena mungkin saja di masa yang akan datang akan memiliki peranan yang sangat penting. Sebagai contoh, tanaman mimba (Azadirachta indica), dahulu tanaman ini hanya merupakan tanaman pagar, tetapi saat ini diketahui mengandung zat azadiktrakhtin yang memiliki peranan sebagai anti hama dan anti bakteri; 4. Sumber Ekologi untuk menunjang kehidupan manusia, keanekaragaman hayati memiliki peranan dalam mempertahankan keberlanjutan ekosistem. Masing-masing jenis organisme memiliki peranan dalam ekosistemnya. Peranan ini tidak dapat digantikan oleh jenis yang lain; 5. Sumber Keindahan sumber keindahan alam tidak terletak pada keseragaman tetapi pada keanekarag. Kondisi hutan di Indonesia mengalami penurunan baik dari segi kualitas maupun kuantitas untuk hasil hutan dan lahan.Penyebab penurunan tersebut dikarenakan adanya kegiatan seperti penebangan, perladangan liar, perambahan dan alih guna lahan atau konversi menjadi lahan pertanian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif, teknik sampel adalah teknik purposive sampling, teknik pengumpulan data adalah metode observasi, dokumentasi, wawancara, teknik analisis data melalui langkah-langkah: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor yang menyebabkan terjadinya perladangan liar dikawasan hutan adalah faktor keterpaksaan sebanyak 20%, faktor kebiasaan turun temurun sebanyak 36,6%, kurangnya lahan sebanyak 30,0% dan adanya faktor keinginan masyarakat menguasai lahan sebanyak 13,3%. Upaya yang dilakukan aparat untuk menanggulangi perladangan liar pada kawasan adalah dengan melakukan tindakan preventif (pencegahan) adalah program pengelolaan sumber daya hutan bersama masyarakat adalah suatu sistem pengelolaan sumber daya hutan yang dilakukan bersama dengan KPHL, persuasif (penyampaian informasi) yaitu dengan adanya penyelidikan dan penyampaian informasi yang jelas agar tindakan operasi yang di realisasikan dan tindakan represif (tindakan penanggulangan) yaitu melakukan tindakan operasi pengejaran terhadap masyarakat yang melakukan perladangan liar.References
Arianto, 2008, Mengelola Lahan Kehutanan
Indonesia.Yayasan Obor Indonesia. Jakarta
Afifudin, 2012.Metode Penelitian
Kualitatif.Penerbit PT CV Pustaka Setia
Bndung.
Aryadi, 2004, Ekologi Hutan.Bumi Aksara,
Jakarta.
Direktotar Jenderal Perlfndungan Hutan dan
Konservasi Alarrr. 2003. Kebakaran Hutan
Menurut Fungsi Hutan, Lima Tahun
Terakhir. Direktotar Jenderal Perlindungan
Hutan dan Konservasi Alam, Jakarta.
Dove, M.R., t9S8.Sistem Perladangan di
tndortesia.Suatu studi-feisus dari
Kalimantan Barat.Gadjah Mada University
Press.Yogyakarta.510 hal.
Ducourtieux, O. (2000). Substitute cash crop
for slash and bum agriculture, dream or
meatfly? thrpuMstted paper, Rural
Development Project of Phongsaly District
(PDDP), Lao PDR Committee for Cooperation
with
Laos
(CCL).
Gunawan, 2014. Metode Penelitian Kualitatif.
Teori dan Prakrek.Penerbit Bumi Aksara
Jakarta.
Geertz. Cliffford, agricultural involation :the
proses of ecological change in Indonesia.
Berkeley : university of catifotnia press,
.1963
Hadi,2004. Macam-macam Penelitian Kualitatif,
Bandung: Angkasa
http:/www.waMor.id/.Kerusakan Hutan di
Indonesia Tanw 2004, diakses, 21 April,
Indriyanto. 2008. Pengantar Budidaya Hutan.
Bumi Aksara-Jakarta.
Indriyanto. 2006. Ekologi Hutan. Bumi Aksara,
Jakarta
Indriyanto (2008). Mengelola Lahan Kehutanan
Indonesia.Yayasan Obor Indonesia. Jakarta
Junggle Rubber, 2003 Analisis Kerusakan
Kawasan Hutan, Penerbit Yuma Pustaka
Surakarta.
Lahir Muhammad, Zuldafrial, 2012. Penelitian
Kualitaif, Penerbit Yuma Pustaka
Surakarta.
Meleong J. Lexy, 2016. Metode Penelitian
Kualitatif Edisi Refisi, Penerbit Remaja
Rosdakarya Bandung.
Nellemann dkk. 2007 Perlfndungan Hutan dan
Konservasi Alarrr. 2003. Kebakaran Hutan
Menurut Fungsi Hutan, Lima Tahun
Terakhir. Direktotar Jenderal Perlindungan
Hutan dan Konservasi Alam, Jakarta.
Nye and Greenland 2001, Upaya
Penanggulangan Perladangan Liar Di
Indonesia, enerbit Yuma Pustaka Surakarta.
Ruthenberg 2011, Strategi Pengawasan
Kawasan Hutan Di Indonesia, Penerbit PT
CV Pustaka Setia Bndung.
Ridwan, 2005.Metodelogi Penelitian Kualitatif.
Bandung:Pustaka Setia
Sugiyono, 2016, Memahami Penelitian
Kualitatif Penerbit Alfabeta Bandung.
Soebani Ahmad Beni, 2008.Metode Penelitian
Penerbit PT CV Pustaka Setia Bndung.
Singarimbun, Masri, dan Sofian Effendi, 1989,
Metode Penelitian Survai, Jakarta: LP3ES
Sudjarwo, H. 2001. "Metodologi Penelitian
Sosial".Bandung : Mandar Maju.
Sagala, 2005, Upaya Reboisasi Kawasan Hutan,
Penerbit Yuma Pustaka Surakarta.
Srivastava,2007, Pengantar Budidaya Hutan Di
Indonesia. Bumi Aksara-Jakarta.
Sanchez,2008,Praktek Perladangan Liar di
Kawasan Hutan Lindung, Bumi Aksara :
Jakarta
Walhi 2004,Hutan Hakekat dan Pengaruhnya
Terhadap Lingkungan.Yayasan Obor
Indonesia : Jakarta.
Wibowo 2008, Strategi Perlindungan Kawasan
Hutan Di Indonesia, Penerbit Alfabeta
Bandung.

