DAMPAK PERLADANGAN LIAR OLEH MASYARAKAT DI HUTAN LINDUNG UNIT PELAKSANAAN TEKNIS DINAS (UPTD) KEHUTANAN KECAMATAN LANGGUDU KABUPATEN BIMA
DOI:
https://doi.org/10.33394/jss.v1i1.3608Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Dampak sosial Budaya yang terjadi akibat perladangan liar oleh masyarakat di hutan lindung UPTD Kehutanan, (2) Dampak lingkungan masyarakat yang terjadi akibat perladangan liar oleh masyarakat di hutan lindung UPTD Kehutanan, (3) Dampak Perubahan ekonomi masyarakat yang terjadi akibat perladangan liar oleh masyarakat di hutan lindung UPTD Kehutanan Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, subyek dalam penelitian ini adalah masyarakat yang berada disekitar hutan sesuai dengan kebutuhan untuk kelengkapan data dan menjawab permasalahan. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, teknik wawancara, dan teknik dokumentasi untuk memeriksa keabsahan data. Pemeriksaan dilakukan dengan kriteria-kriteria, sedangkan analisis datanya menggunakan deskriptif analisis. Hasil penelitian menunjukan bahwa dampak yang terjadi akibat perladangan liar terhadap aspek Sosial Budaya masyarakat mengalami perubahan, baik dalam peningkatan kondisi sosialnya maupun terhadap budaya masyarakat dalam hal pengelolaan lahan untuk pertanian. Dampak terhadap lingkungan menurut persepsi masyarakat mengatakan bahwa kegiatan perladangan liar tidak akan merusak lingkungan, tetapi fakta yang ada dilapangan kegiatan perladangan liar di kawasan hutan memberikan efek buruk bagi lahan hutan itu sendiri. Sedangkan dampak yang timbul terhadap ekonomi masyarakat akibat perladangan liar menurut masyarakat sendiri menunjukan peningkatan terhadap kondisi ekonomi masyarakat, akan tetapi kegiatan perladangan liar perlu dilakukan pengawasan oleh aparat-aparat terkai agar bisa terkendalikan. Berdasarkan hasil yang didapat dari penelitian dapat disimpulkan bahwa dampak terhadap sosial budaya masyarakat mengalami perubahan baik dari aspek sosial maupun terhadap aspek budaya masyarakat, dan dampak yang timbul terhadap lingkungannya sendiri memberikan pengaruh positif untuk masyarakat tetapi untuk lingkungannya memberikan pengaruh negatif. Selain itu kegiatan perladangan itu sendiri memberikan peningkatan ekonomi terhadap masyarakat akan tetapi kegiatan tersebut perlu diawasi agar lahan hutan yang masih utuh tidak buka lagi oleh masyarakat untuk kegiatan perladangan liar.References
Arianto, 2008, Mengelola Lahan Kehutanan
Indonesia.Yayasan Obor Indonesia.
Jakarta
Direktotar Jenderal Perlfndungan Hutan dan
Konservasi Alarrr. 2003. Kebakaran
Hutan Menurut Fungsi Hutan, Lima
Tahun Terakhir. Direktotar Jenderal
Perlindungan Hutan dan Konservasi
Alam, Jakarta.
Indriyanto. 2008. Pengantar Budidaya Hutan.
Bumi Aksara-Jakarta.
Junggle Rubber, 2003 Analisis Kerusakan
Kawasan Hutan, Penerbit Yuma Pustaka
Surakarta.
Nellemann dkk. 2007 Perlfndungan Hutan dan
Konservasi Alarrr. 2003. Kebakaran
Hutan Menurut Fungsi Hutan, Lima
Tahun Terakhir. Direktotar Jenderal
Perlindungan Hutan dan Konservasi
Alam, Jakarta.
Nye and Greenland 2001, Upaya
Penanggulangan Perladangan Liar Di
Indonesia, enerbit Yuma Pustaka
Surakarta.
Walhi 2004,Hutan Hakekat dan Pengaruhnya
Terhadap Lingkungan.Yayasan Obor
Indonesia : Jakarta.
Wibowo 2008, Strategi Perlindungan Kawasan
Hutan Di Indonesia, Penerbit Alfabeta Bandung

